PONOROGO, rednews.id – Fasilitas umum (fasum) untuk cuci tangan, di sejumlah tempat yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, banyak yang rusak.
Diketahui, fasum cuci tangan di sekitar alun-alun Ponorogo yang bertujuan untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 ini, beberapa diantaranya sudah tidak ada krannya.
Jamus Kunto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, saat dikonfirmasi rednews.id Rabu (17/06) membenarkan hal tersebut. “Fasilitas cuci tangan di Alun-alun, sejak selesai dikerjakan beberapa hari lalu sudah ada kran air dan sabun cuci tangan yang hilang”. Kata Jamus saat dikonfirmasi via Whatsapp.
Lebih lanjut ia mengatakan akan melakukan pengecekan ulang, dan akan membenahinya. ” Kemarin itu kita bangun wastafelnya tentunya ini tergantung ketersediaan sumber air di fasum yg ada seperti di pasar dan alun-alun. Nanti kalo sumber airnya yang bermasalah, kami kontak ke pengelola fasilitas umum”. terangnya.
Sebagai informasi, pembangunan sarana cuci tangan ini dikerjakan mulai bulan April 2020 lalu, dan dilakukan secara swakelola oleh satuan kerja dinas DPUPKP sendiri.
Seorang petugas kebersihan di alun-alun mengatakan jika fasilitas cuci tangan di alun-alu tidak ada krannya. “Karena krannya tidak ada, jadi kalau mau cuci tangan ya harus memilih yang airnya mengalir”. Ungkap petugas kebersihan yang tidak mau namanya ditulis.
Untuk diketahui, dari sekitat 14 titik tempat cuci tangan atau wastafel, hanya ada 6 titik yang dapat digunakan. Sementara yang lainnya tidak bisa digunakan karena rusak dan airnya tidak mengalir. (cr-05)
2020-06-18

