PONOROGO rednews.co.id – Sudah 9 (sembilan ) tahun Bangunan RPH Jetis ini mangkrak dan terbengkalai, kata Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo didampingi Maksun Kadin Pertanian dan Peternakan saat di rumah pemotongan hewan (RPH) Jetis seusai sidak antisipasi PMK di pasar hewan Jetis, Sabtu (21/5/2022).
Awal mula pembangunan proyek Infrastruktur yang berupa rumah pemotongan hewan (RPH) serta dananya darimana dirnya mengaku tidak tahu,” Pastinya ,kapan dan sumber dana RPH ini dari mana saya tidak tahu, karena saya baru saja menjadi Bupati. Mestinya ya Pemerintahan yang lama yang mengerti hal ini, kalau kita lihat bangunannya ya menghabiskan miliaran rupiah ” Katanya.
Bupati yang akrab dengan sapaan Kang Giri itu juga mengungkapkan, dalam waktu dekat dirinya akan membuka RPH yang mangkrak tersebut ,” InSyaAllah RPH ini kita buka tanggal 29 Juni 2022,” Tandasnya. Menurutnya RPH tersebut diganti dengan nama rumah pemotongan hewan halal. Artinya, dalam proses pemotongannya sampai menjadi produk dilakukan dengan Sar’i atau ASUH ( aman sehat utuh halal) yang bersertifikat halal dari Kemenag. ” Jadi semuanya terdeteksi, baik dari sisi higienis, kesehatan sapi,dengan cara Islam (Sar’i ) dan halal. Dan kami himbau kepada seluruh masyarakat Ponorogo untuk memotong hewan di sini dan hukumnya wajib,” Paparnya.
Lanjutnya, RPHtersebut kedeapan akan menyedot tenaga kerja lokal sehingga masyarakat sekitar dapat diberdayagunakan dan generasi Ponorogo kedepan menjadi cerdas, pinter dan baik, karena makan barang halal, kata Kang Giri. Selain itu Kang Giri berharap kedepan sapi lebih diperhatikan dan dikembangkan sebagai bahan baku ,”yang sangat penting dipersiapkan khususnya sapi jantan, yang betina kita kembangkan,” Tambahnya.
Bupati yang merakyat dan murah senyum itu juga mengatakan , dirinya akan meneruskan bangunan yang mangkrak dan merubah peruntukkannya agar lebih bermanfaat bagi masyarakat Ponorogo,” Tempat pasar ikan yang ada di Sawoo akan kami fungsikan menjadi pasar buah, karena di Ponorogo tidak ada sumber dari kelautan, entahlah itu dulu ide siapa, saya tidak tahu. Dan yang jelas buang-buang anggaran, bukan hanya itu saja, masih banyak lagi yang mangkrak yang harus kita fungsikan agar bermanfaat untuk masyarakat “ Pungkasnya.
Sementara itu hal senada juga diungkapkan Maksun selaku Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Dirinya merasa senang dengan difungsikannya rumah pemotongan hewan (RPH) tersebut, pasalnya dengan dibuka kembali RPH tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli daerah ( PAD ).”Dengan dibukanya RPH Jetis yang semenjak dibangun tahun 2013 hingga sampai saat ini mangkrak dan terbengkalai, saya merasa sangat senang. Karena pastinya dapat meningkatkan penghasilan asli daerah (PAD) juga memberdayakan masyarakat lokal,” Ujarnya.
Kalau gedung RPH ini mangkrak akan menambah deretan proyek Dinas Pertanian yang mangkrak dan terbengkalai. Pasalnya, berdasarkan pantauan rednews.co.id di lapangan, selain RPH Jetis ini juga ada bangunan yang lebih dulu dibangun dan mangkrak, bahkan sekarang banyak yang hancur lantainya, yaitu gedung Pasar Ikan di Sawoo.(Fery )


