PONOROGO rednews.co.id – Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo sidak Pasar hewan Jetis didampingi Maksun Kadin Pertanian dan Peternakan ,Sabtu (21/5/2022). Giat tersebut dilakukan dalam rangka antisipasi mencegah virus PMK yang menyerang pada hewan dan akhir-akhir ini telah mewabah di beberapa daerah.
Akibat dari mewabahnya virus tersebut di atas mengakibatkan kerugian para pengusaha pedagang sapi.Pasalnya sapi yang tersuspec tidak bisa masuk ke daearah lain, karena sapi dari daerah tersebut disinyalir tertular virus PMK,” Hari ini saya melihat penjual sapi turun 40℅ , karena penjual sapi dari luar kota tidak datang,” kata Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo.
Bupati yang akrab dengan sapaan Kang Giri mengatakan, giat yang dirinya lakukan untuk meninjau pasar hewan terkait mewabahnya penyakit hewan khususnya sapi, disebabkan oleh Virus PMK yang menyerang kaki, sehingga sapi tidak kuat berdiri. Dalam hal ini untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya menghimbau dan mengajak para pengusaha sapi agar tetap menjaga kesehatan sapinya yang akan diperjual belikan agar tidak tersuspec PMK
Selain itu dirinya juga mengingatkan supaya menolak sapi yang masuk ke Ponorogo dari daerah yang tersuspec PMK.” Sapi dari daerah lain yang tersuspec PMK untuk sementara waktu tidak boleh masuk ke Ponorogo dulu, untuk saat ini perputaran jual beli sapi difokuskan di dalam seputaran wilayah Ponorogo saja dan mempersiapkan Idul Adha bulan Juni 2022 mendatang supaya aman,” Tegas Kang Giri.
Menurutnya hal itu sangat urgent dan harus dilakukan karena bila ada sapi yang tersuspec akan cepat menular dan mengakibatkan bisa ditutupnya pasar hewan, sampai situasi benar-benar aman.” Seharusnya yang berperan aktif Pemerintah ,dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan, namun alangkah baiknya bila semua masyarakat juga ikut berperan ,” Harap Kang Giri.
Tak hanya itu saja Kang Giri juga akan membersihkan parit dan memperbaiki infrastruktur pasar hewan yang rusak. “Dalam waktu dekat pasar hewan kami pindah di tanah bengkok yang berlokasi di sebelah utara RPH Halal agar mengurangi jumlah kemacetan lalu lintas. Dan eks pasar hewan akan kami rehab menjadi terminal untuk kendaraan pengunjung yang akan ke Tegalsari,” Pungkasnya.(Fery )




