PONOROGO, rednews.id – Calon Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama tim pendukung, beserta iring-iringan Banser mendatangi kantor DPC PKB kabupaten Ponorogo, Rabu (22/7) siang tadi.
Bukan itu saja, selain dikawal Banser, ternyata kedatangan Sugiri sudah ditunggu ibu-ibu Muslimat NU di kantor DPC PKB.
Di depan kantor DPC PKB, Sugiri mengaku bersyukur atas dibukanya kembali pendaftaran calon Bupati Ponorogo. “Alhamdulillah setelah dibukanya kembali kantor DPC PKB saya bisa mendaftarkan diri dan mendapat sambutan yang baik pula. Mudah mudahan momentum ini menjadi awal yang baik untuk perubahan di Ponorogo. Untuk itu kami akan memperjuangkan amanah ini, dan tetap patuh Kepada Alim Ulama.” Ungkapnya ditemui awak media.
Ia juga mengatakan, akan banyak partai yang akan ikut berpartisipasi paska pendaftaran ini. “Insyaallah akan banyak partai politik yang akan berpartisipasi setelah ini, karena Demokrat juga sudah membuka pendaftaran lagi, PDI Perjuangan juga hampir selesai pendaftarannya. Saya paham syarat 9 kursi sudah terpenuhi dan akan tumbuh demokrasi di Ponorogo ini.” Imbuh Sugiri.

Sugiri Sancoko jadi rebutan ibu-ibu Muslimat untuk foto bersama. (foto : Feri Handoko/rednews.id)
Disinggung perihal Cawabub, secara deplomatik Sugiri mengatakan jika hal itu menjadi ranah parpol. “Tak elok rasanya kalau saya yang menjawab. Biarlah itu dimusyawarahkan oleh partai-partai pengusung. Lagi pula itu kan ranahnya partai pengusung.” jelasnya.
Namun, lanjut Giri, ia berharap Cawabub yang dirumuskan partai pengusung akan memiliki visi yang sama yakni membangun Ponorogo, tidak rakus, tidak menginjak-injak rakyat dan tidak menjerat para Kepala Desa.
“Intinya tidak membuat masyarakat Ponorogo menjadi gaduh dan kita akan bersama-sama menjadikan Ponorogo yang indah, elok, dan lebih baik, itu yang terpenting, jika tidak sama visinya saya tentu juga tidak mau,” Pungkas Sugiri. (cr-03)

