PONOROGO — Ratusan sopir dump truk yang tergabung dalam Paguyuban Reyog Dump Truk Ponorogo menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Kamis (15/1/2026).
Aksi ini menuntut kejelasan terkait penutupan aktivitas tambang pasir yang dinilai berdampak langsung pada mata pencaharian warga.
Puluhan dump truk diparkir secara tertib di kawasan Alun-alun Ponorogo hingga Jalan Alun-alun Timur, menarik perhatian masyarakat sekitar.
Aksi berlangsung kondusif dan mendapat pengawalan aparat.
Bersamaan dengan aksi tersebut, DPRD Ponorogo menggelar forum dialog bersama pengusaha tambang pasir yang dihadiri Ketua DPRD, anggota Komisi C, Satpol PP, Dinas PMD, Polres Ponorogo, dan Dinas Perhubungan.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menegaskan bahwa operasional tambang dapat berjalan selama tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
“Kalau tidak melanggar dan sesuai aturan, silakan dilanjutkan,” ujarnya.
Koordinator aksi, Minim Subarno, menegaskan bahwa aksi ini bukan pembangkangan, melainkan bentuk keresahan masyarakat.
Menurutnya, penutupan tambang memicu efek domino, mulai dari sopir menganggur hingga UMKM ikut terdampak.
Aksi ditutup dengan doa bersama agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan dan solusi segera diambil oleh pihak terkait.(Fer)

