
PONOROGO, rednews co.id – Dinilai penuh dengan rekayasa, seleksi penerimaan perangkat desa Semanding didemo warga. Rabu, (28/4) sejumlah wara Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, mendatangi kantor desanya, mereka memprotes hasil seleksi yang diduga kuat penuh dengan permainan tidak fair.
Warga masyarakat yang mengatas namakan
“Peduli Desa” memulai aksinya dari gedung DPRD TK II Kota Ponorogo, kemudian ke Kecamatan Jenangan diterima oleh camat lalu perwakilan dari masyarakat melakukan pembicaraan didalam ruangan kantor camat, setelah selesai kemudian rombongan menuju kantor desa Semanding.
Kekecewaan yang terjadi dalam tes seleksi penerimaan perangkat Desa, mereka mencurigai dan menduga kuat bahwa sannya ada permainan dalam seleksi penerimaan perangkat tersebut.
Didampingi oleh Kuasa Hukumnya, Didik Harianto,S.H, bersama rekan, mengatakan “kami tidak akan segan jika dugaan kecurangan dalam penjaringan perangkat masih dilanjutkan dan diangkat menjadi perangkat, maka kita akan bertemu di meja hijau, Karena semua bukti sudah kami kantongi”, Tegasnya.
Korlap aksi Wahyudi Utomo mengatakan dalam orasinya, “Ketua BPD harus diganti karena merangkap jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil. Batalkan hasil tes penjaringan dan adakan ujian seleksi ulang, kami akan mengerahkan masa dalam jumlah besar jika tidak ditanggapi”. Ungkapnya.
Kapolres Ponorogo AKBP Muchamad Nur Azis, S.H.,S.I.K.,M.S.I, yang terjun langsung ke lapangan untuk memantau perkembangan situasi demo oleh masyarakat desa Semanding, masyarakat desa sangat bangga dan mengapresiasi atas kedatangan Kapolres.
Massa akhirnya membubarkan diri setelah serah terima surat tuntutan warga kepada Kepala Desa Semanding yang disaksikan Kapolsek, Danramil, camat, ketua panitia penjaringan ketua BPD serta kuasa hukum dari masyarakat.(fer)

