SURABAYA rednews.co.id – Kondisi Perekonomian di negeri ini tampak semakin tidak menentu dan carut marut dalam beberapa tahun terakhir ini, padahal pemerintah menyiapkan dana anggaran yang sangat besar hingga mencapai Rp.1.481 triliun dalam kwartal tahun ini, khusus utk anggaran pengadaan barang dan jasa saja dengan rincian, anggaran pusat sebesar Rp. 526 triliun, daerah Rp.535 triliun dan di BUMN sebesar Rp. 430 triliun, sangat luar biasa besar tentunya.
Jika sekitar 40 persen saja digunakan secara transparan untuk program belanja pengadaan barang dan jasa dari dalam negeri, itu sudah sangat membantu Pertumbuhan Ekonomi di tengah tengah masyarakat juga ekonomi bangsa ini,” secara otomatis akan tumbuh, jika seluruh anggaran pengadaan barang dan jasa ini ikut dirasakan oleh pelaku UMKM, usaha mikro dan lain lain, “tutur Bung Bara.
Dirinya sangat merespon dan mendukung pernyataan Kepala Negara Jokowi baru-baru ini dalam acara bertajuk “Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia” issu terkait pengadaan barang dan jasa ini sering menjadi sorotan Lembaga ICON-RI, baik terkait pengadaan alat alat kesehatan di rumah sakit dari KemenKes, alat alat mesin pertanian, traktor, dari Kementan dan lembaga-lembaga Kementerian, BUMN serta lainnya seperti pengadaan CCTV, pengadaan seragam pakaian dinas, alat tulis, buku tulis begitu juga dengan pengadaan lainnya di negeri ini.
Hampir 85 persen menggunakan produk Import selama ini, apakah produk dalam negeri tidak ada ? dan apakah Kwalitas produk dalam negeri selalu dianggap pemerintah sebagai produk gagal?, Apakah pejabat negara kita mulai dari Lembaga, Kementerian Pusat hingga Provinsi dan Kabupaten serta Kota Daerah di negeri ini Tidak percaya terhadap Produk lokal dalam Negeri ?. Hal ini menjadikan suatu pertanyaan yang sangat penting baginya sebagai suatu lembaga organisasi pengawasan di ICON-RI.
Bung Ramot Batubara, aktivis muda Berbakat nan Senior ini melakukan pengawasannya pada bidang pengadaan barang dan jasa, mulai dari pengawasan dan menyoroti penggunaan anggaran negara baik APBN hingga APBD ini, seperti pengadaan AlKes, alat pertanian hingga proyek program PSN (Proyek Strategis Nasional), dirinya berharap program PSN ini harus Dikawal benar dan serius karena bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di negeri ini, “oleh karena itu semua pihak harus dan wajib turut untuk mensukseskan program pemerintah ini,” Tegas Bung Bara.
“Dukung, Kawal dan Awasi agar tepat sasaran serta sukseskan demi suka cita masyarakat seiring bertumbuhnya dan demi pemerataan pembangunan disemua sektor, dan bilamana ditemukan kejanggalan, penyimpangan, segera laporkan kepada pihak APH,,” Tegasnya lagi. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat, stakeholder dan semua pihak untuk bersama sama membangun bangsa ini.
Bung Bara menambahkan, Lembaga ICON-RI {Indobara CakraBuana Anti Konspirasi Nasional) akan bersama sama dengan APH seperti KPK, Kejaksaan, Kepolisian dan lembaga lainnya untuk melakukan pengawalan dan pengawasan yang optimal terhadap penyimpangan- penyimpangan penggunaan atas penyerapan anggaran dimasing-masing lembaga pemerintah sebagai pengguna anggaran negara.
Bahkan jika ada temuan-temuan penggunaan barang-barang seperti produk impor yang dilabeli buatan lokal, hal inipun menjadi prioritas organisasi ICON- RI secara nasional untuk lebih serius dalam kinerja pengawasan dan melaporkan kepada pihak APH (Aparat Penegak Hukum-red), “pungkasnya saat ditemui di ruang kerjanya.DPP ICON-RI ( Fery)




