Projo Ponorogo, “Nomor Satukan” Perdamaian Dalam Menghadapi Pilkada

Agus Setiaji, SH, Ketua DPC PROJO Kabupaten Ponorogo saat bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi.

PONOROGO, rednews.co.id – Dengan dimulainya tahapan Pilkada Kabupaten Ponorogo 2020, Ormas Pro Jokowi (Projo) DPC Kabupaten Ponorogo berharap, semua pihak selalu menomor satukan perdamaian demi Kota Reog.
Pernyataan ini disampaikan ketua DPC PROJO Ponorogo, Agus Setiaji, SH, bertepatan dengan peringatan hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10) siang tadi.

Menurutnya, dengan adanya dua pasangan calon di Pilkada Ponorogo, tentu masing-masing memiliki pendukung. “Saya harap masing-masing timses mengendalikan para pendukungnya, jangan sampai ada pembiaran sehingga muncul kegaduhan di Ponorogo”. Ungkap Agus.
Untuk menjaga agar situasi Ponorogo tetap kondusif, imbuh Agus, peran masing-masing timses sangat besar dalam mengendalikan para pendukungnya. “Nomor satukan perdamaian dan kesejukan di Ponorogo. Kalau bukan kita warga Ponorogo, siapa lagi yang akan peduli. Sekali lagi, nomor satukan perdamaian”. Tandasnya.

Ahmad Subhi Al Kalibex bersama Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuqi Mustamar.

Sejurus dengan pernyataan diatas, Ahmad Subhi Al Kalibex, Dewan Instruktur Satkorwil Banser Jawa Timur yang pernah tiga periode menjabat Kasat Korcab Banser Kabupaten Ponorogo, mengatakan, jangan sampai Ponorogo yang sudah damai ini ternoda hanya karena perbedaan pilihan dalam pilihan Bupati.
“Sebagai warga Ponorogo, saya dan teman-teman Banser tentu tidak menginginkan dan tidak rela jika Ponorogo yang damai ini menjadi gaduh karena Pilihan Bupati.
Selain timses, sambung Kalibex, pasangan calon juga harus berperan dalam menciptakan situasi damai di bumi Reog. ” Tak kalah pentingnya Paslon sebaiknya juga memberikan himbauan dan contoh yang baik kepada para mendukungnya. Artinya dalam hal ini jangan hanya mengandalkan timsesnya saja. Mudah-mudahan dengan mengedepankan perdamaian, Insya Alloh Ponorogo tetap kondusif “. Pungkasnya.(rib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *