Ponorogo rednews.co.id- Porak (berebut) apem menyambut bulan Ramadhan 1447 di Alun-Alun Ponorogo, Jumat petang, 13 Februari 2026, berlangsung meriah. Meski menjelang pembukaan sempat diguyur hujan, namun tidak menyurutkan masyarakat untuk ikut porak apem.
Megengan dengan porak apem ini yang merupakan rangkaian pembukaan “Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” ini dihadiri Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, Ketua Badan Amil Zakat Ponorogo, KH Kholid, dan jajajaran Forkopimda.
Gunungan yang terdiri atas 1000 apem tersebut dikirab dari paseban ke depan panggung, dengan iringan barongsai. Apemnya berbentuk kerucut dengan bungkus daun nangka. Jenis apem seperti ini sudah jarang dibuat oleh masyarakat.
Setelah sambutan dan doa oleh KH Kholid apem diperebutkan ramai-ramai. Dalam sekejap 1000 apem ludes. Nampak masyarakat antusias berebut apem. “Apem seperti ini sudah jarang dibuat, rasanya juga enak,” kata Andi, warga Nologaten, yang sengaja datang ke alun-alun untuk ikut porak apem.
Lisdyarita berharap megengan dengan porak apem di Alun-Alun Ponorogo untuk menyambut Ramadhan bisa terus dilakukan setiap tahun dan menjadi agenda tahunan Kabupaten Ponorogo.
“Tahun depan harus lebih besar dari ini dan dipersiapkan lebih matang lagi,” kata Lisdyarita.
Malamnya panggung utama diisi hiburan oleh Dalang Poer dan grup musik Santri Mbeling.
“Megengan Fest Kampoeng Ponorogo 2026” yang baru pertama kali diadakan di Kota Reog ini dipandegani rednews.co.id bekerjasama dengan Pemkab Ponorogo dan DMR Prod. Megengan Fest berlangsung 13 sampai 22 Februari 2026.
Prayudi selaku CEO / Owner Rednews.co.id mengungkapkan, dirinya tergerak menggelar Megengan Fest tersebut karena selama ini belum pernah diadakan megengan di Aloon Aloon, Menurutnya, Ponorogo sebagai kota kreatif yang tercatat di UNESCO harus hidup dan harus selalu ada ide baru” selain sebagai budaya tahunan dalam menyambut bulan puasa, megengan juga mempunyai arti ngalap berkah sekaligus mohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar terhindar dari kutukanNya dan mara bahaya,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) yang memfasilitasi Gerakan Pangan Murah pada 18 sd 20 Februari 2026.(bud)



