PLTS Atap 830 kWp Resmi Beroperasi di Ngawi, Industri Global Percepat Transisi Energi

Ngawi, rednews.co.id Komitmen transisi energi nasional mulai menunjukkan wujud konkret di daerah. Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kini menjadi salah satu episentrum energi bersih setelah PLTS atap berkapasitas 830 kWp resmi beroperasi di fasilitas manufaktur PT GFT Indonesia Investment, Selasa (14/1/2026).

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap yang dikembangkan oleh WEnergy Global ini menandai langkah serius sektor industri dalam mendukung target pemerintah meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sekaligus menekan emisi karbon nasional.

Dari operasional awalnya, sistem PLTS tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 1,19 juta kWh energi bersih pada tahun pertama, dengan potensi pengurangan emisi karbon hingga 864 metrik ton CO₂ per tahun. Angka ini setara dengan upaya penanaman puluhan ribu pohon setiap tahunnya.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, proyek energi surya ini juga memberikan efek ekonomi langsung bagi daerah. Sekitar 25–30 persen kebutuhan listrik pabrik kini dipasok dari energi matahari, yang berarti efisiensi biaya produksi meningkat, daya saing industri terjaga, serta keberlanjutan investasi dan penyerapan tenaga kerja di Ngawi semakin kuat.

WEnergy Global pun tidak berhenti di tahap awal. Perusahaan menargetkan penambahan kapasitas sebesar 570 kWp pada pertengahan 2026, sehingga total daya terpasang mencapai 1.400 kWp. Ekspansi ini diproyeksikan semakin mengukuhkan Ngawi sebagai kawasan industri berbasis energi bersih di Jawa Timur.

Direktur PT GFT Indonesia Investment, Tang Guang Rong, menegaskan bahwa pemanfaatan energi surya merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Ini bukan sekadar penghematan energi, tetapi komitmen kami terhadap agenda transisi energi nasional dan praktik bisnis berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proyek PLTS atap ini menjadi fondasi awal penerapan teknologi hijau yang lebih luas, mulai dari efisiensi energi hingga proses manufaktur ramah lingkungan.

Pemanfaatan atap industri sebagai sumber energi bersih ini diharapkan menjadi role model nasional, bahwa pertumbuhan ekonomi daerah, kepentingan industri global, dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan. “Fauzan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *