Pentingnya perempuan untuk berani bersuara.

Surabaya, rednews.co.id- Aktifis perempuan harus menunjukkan eksistensinya minimal mensosialisasikan bahwa mereka berhak bersuara. Mereka berhak berkata TIDAK ketika mendapat perlakuan yang tak sesuai hati nurani. Terlebih case terkait perempuan dan anak semakin ke sini semakin meningkat.” Ada banyak kasus yang masih belum dilaporkan karena alasan di atas. Semoga dengan komitmen kita semua. Kesejahteraan perempuaan di negeri ini semakin maksimal,” Ujar Rofie Lita.Sekretaris Forum PUSPA Gayatri Jawa Timur di kantornya, Selasa (30/8/2022)

Kiprah Rofie Lita tak bisa lepas dari pengabdian dan pendampingan kepada kaum marginal khususnya perempuan dan anak anak. Eksistensi yang dia lakukan tak lepas dari dunia pendampngan. Khususnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sekretaris Forum PUSPA Gayatri Jawa Timur tsb semakin intens mengawal isu terkait perempuan dan anak. Tidak seperti perempuan kebanyakan. Sebagian waktu dia dihabiskan untuk pengabdian ke sesama.

Saat ditanya alasan utama kenapa tertarik dunia yang begitu unik. Rofie Lita menjawab lugas dan tegas,” masyarakat kita masih terpasung dengan budaya patriarki yang sudah di tanamkan sejak dini. Mereka akan malu dan tabu jika bersuara ketika mendapatkan ketidakadilan dari lini terkecil mereka misal keluarga dan lingkungan sekitar. Ketika sebagian dari perempuan perempuan kita mendapatkan perlakuan yang kurang senonoh bahkan merenggut hak hak mereka sebagai perempuan. Dengan alasan budaya mereka memilih diam,”  Katanya. Menurutnya tugas dirinya bersama teman aktifis perempuan dalam bidang mengedukasi .

Rofi juga menambahkan, dirinya berharap  semoga dengan semakin banyaknya perempuan yang paham bagaimana harus bertindak ketika mendapatkan ketidak Adilan dari sekitar akan semakin menekan angka korban kekerasan pada perempuan. Aktifis perempuan yang juga tergabung di beberapa organisasi perempuan dan anak itu juga mengatakan, tak ada kekuatan terbesar seorang perempuan kecuali kita sesama perempuan saling bergandengan tangan dan mendukung sesama perempuan. (Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *