Motivasi Produk Lokal, Bupati Ana Tingkatkan Tekhnologi Pertanian Gandeng Perhutani

BOJONEGORO, rednews.co.id- Dalam memenuhi kebutuhan ketersediaan bahan pangan di berbagai daerah selalu dilakukan inovasi dan terobosan baru tekhnologi untuk mendapatkan hasil yang optimal yang hemat energi , biaya juga tenaga berbasis swasembada lokal. Hal tersebut saat ini tengah dilakukan Bojonegoro. Pasalnya Ana Muawanah Bupati Bojonegoro telah memanen Jagung Pulut wujud dari tekhnologi baru yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, varietas yang di peroleh dari Makassar yang di tanam di lahan seluas 0.5 Ha, di Balai Penyuluhan Pertanian Dander, Sabtu (1/10). Giat tersebut dihadiri Kepala Dinas KPP, Manager PT. Petro Kimia Kayaku, Forkopimcam Dander, Penyuluh Pertanian, POPT, Kades, dan Ketua Kelompok Tani, serta segenap undangan yang hadir.

Dalam sambutannya Helmi Elizabeth selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyampaikan,  bahwa pengembangan jagung pulut di BPP masih dalam tahap uji coba, untuk menguji tekstur dan rasanya ketika di tanam dengan kondisi tanah pertanian di Bojonegoro, karena jagung Pulut ini merupakan jagung yang baru di Bojonegoro. Dalam uji coba di BPP perlu untuk mengkolaborasikan jagung Pulut agar menghasilkan rasa dan tekstur yang sesuai,” Sehingga bekerja sama dengan PT. Petro Kimia Kayaku sejak budidaya hingga panen, dengan kelebihannya usai panen yang pendek yakni 70 hari dan selama budidaya dua kali pengairan,” paparnya.

Sementara itu Bupati Ana dalam sambutan dan arahannya menyampaikan,  budidaya tanaman jagung pulut kedepan dapat di kembangkan sebagai makanan olahan sehingga masyarakat dapat tertarik untuk mengkonsumsi.” Dalam pengembangannya dapat dengan memodifikasi pangan. Sesuai arahan Presiden bahwa Dunia sangat berpotensi untuk kekurangan pangan, namun di Indonesia perlu di syukuri banyak lahan pertanian yang dapat di tanami.” Tuturnya. Selain itu Bupati Ana mengarahkan dalam meningkatkan area lahan pertanian dapat menggandeng Perhutani,” Pasalnya di wilayah Kabupaten  Bojonegoro itu 40% adalah lahan perhutani yang dapat di ajak kerjasama dalam peningkatan luas area lahan,” Terang  Bupati Ana.

Menurutnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan harus menjadi leader meciptakan mesin kecil atau sederhana seperti alat pembersihan tanah di buah singkong, yang di ciptakan oleh siswa siswi SMK di Bojonegoro, serta mendorong kelompok tani yang bisa menciptakan pupuk organik beserta izin edar,” sehingga  bantuannya dapat disalurkan pada petani melalui program KPM,” Tegas Bupati Ana.

Lebih lanjut, Bupati Ana juga berharap, potensi yang besar terus digerakkan dengan melakukan perluasan lahan untuk pengembangan tanaman pangan,” Selain padi dan jagung dapat di kembangkan budidaya tanaman pangan yang lainnya.” pungkas Bupati Ana. (Najib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *