Kolaborasi Paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara, RedNews dan Gapoktan Wujudkan Pengolahan Sampah Mandiri di Desa Jambon Ponorogo

Ponorogo rednews.co.id — Sebuah langkah konkret dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara, RedNews, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Jambon. Ketiga pihak bersinergi untuk mewujudkan program Pengolahan Sampah Mandiri yang diluncurkan secara resmi di Balai Desa Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Program ini bertujuan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri, dari pemilahan hingga pengolahan, baik organik maupun anorganik. Dalam acara peluncuran, turut hadir perwakilan dari perangkat desa, tokoh masyarakat, karang taruna, serta pegiat lingkungan dari berbagai komunitas lokal.

Ketua Paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara, Bopo suprajitno, menyampaikan bahwa inisiatif ini berangkat dari keprihatinan terhadap permasalahan sampah yang semakin kompleks di desa-desa. “Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama, bukan hanya penonton, dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pengolahan sampah mandiri ini bukan hanya solusi teknis, tapi juga gerakan kultural,” ujarnya.

Menurut Prayudi selaku Owner Rednews, dirinya menjelaskan , sebagai media yang aktif dalam isu sosial dan lingkungan, berperan dalam mendokumentasikan serta mensosialisasikan program ini agar dapat menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di Indonesia. Sementara Gapoktan Desa Jambon mengambil peran strategis dalam mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan untuk pertanian warga, moto kami “Berkarya Untuk Negeri’,” oleh karena itulah kami turut serta berpartisipasi dalam mewujudkan program pemerintah khususnya Ponorogo 2030 zero sampah.”  Dalam hal ini pemerintah harus hadir, tapi inisiatif tetap berjalan,”  pungkasnya.

Sementara itu, menurut Ketua Gapoktan Desa Jambon, Eko Hariyanto , keberadaan sistem pengolahan ini sangat membantu petani. “Dengan memanfaatkan sampah rumah tangga organik, kita bisa hasilkan pupuk alami yang murah dan ramah lingkungan. Ini sangat bermanfaat bagi pertanian berkelanjutan,” jelasnya.

Program ini juga melibatkan pelatihan pengelolaan sampah, pembangunan tempat pengolahan terpadu, dan pendampingan berkelanjutan. Selain manfaat ekologis, diharapkan pula muncul nilai ekonomi dari daur ulang sampah anorganik seperti plastik dan kertas.

Kepala Desa Jambon, Munarsih, sangat apresiasi dan menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat terbuka dengan gerakan semacam ini, apalagi jika warga bisa mandiri mengelola sampahnya sendiri dan merasakan manfaatnya langsung,” katanya.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, Desa Jambon kini menjadi salah satu pionir pengolahan sampah mandiri di Ponorogo. Kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi, dimulai dari lingkungan terkecil: rumah sendiri ( Fery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *