KEDIRI, rednews.co.id – Suasana meriah menyelimuti Lingkungan Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri pada Minggu (4/8/2024). Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Kirab Agung Metri, sebuah tradisi tahunan yang digelar dalam rangka merayakan Tahun Baru Jawa 1958 JE/2024 M.
Dengan tema “Handarbeni Hangayomi” yang berarti saling memiliki dan saling melindungi, acara ini berhasil menyatukan seluruh lapisan masyarakat Dadapan. Mulai dari anak-anak yang menampilkan tarian tradisional, pemuda yang bersemangat membawa umbul-umbul, hingga para sesepuh yang ikut serta dalam barisan.
“Tema tahun ini, ‘Dadapan guyub Handarbeni Hangayomi’, diharapkan dapat menjadi suri tauladan bagi seluruh warga Kecamatan Pesantren,” ungkap Bopo Suselo, salah satu sesepuh Dadapan.
Kirab yang dimulai dan berakhir di gedung balai lingkungan Dadapan ini melewati jalan-jalan utama di lingkungan Dadapan.
Rute kirab yang semarak menarik perhatian banyak warga untuk menyaksikan. Selain warga Dadapan, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Camat Pesantren dan Kepala Kelurahan Tinalan.
Yusuf Iswanto, S.E., Kepala Kelurahan Tinalan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. “Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara Grebek Suro di lingkungan Dadapan tahun 2024 berjalan dengan aman, lancar, dan tertib,” ujarnya.
Kirab Agung Metri tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga merupakan upaya untuk melestarikan budaya Jawa dan mempererat tali silaturahmi antar warga. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, warga Dadapan berhasil menciptakan acara yang meriah dan berkesan.
Acara ditutup dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol syukur atas segala nikmat yang telah diberikan. Potongan tumpeng kemudian dibagikan kepada seluruh peserta dan tamu undangan.
Dengan demikian, di harapkan Kirab Agung merti Lingkungan ini bisa terjaga dan Konsisten menjadi agenda tahunan serta dapat mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kediri.(Ren)


