Ponorogo rednews.co.id- Kadin Dispapora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi mengajak semua element masyarakat yang ada di Ponorogo mendukung penuh Reog diajukan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Saat dikonfirmasi disela-sela ruang kerjanya Senin (13 Juni 2022)
Harapan tersebut sangat beralasan karena dari 4 elemen WBTb yang akan diusulkan ke UNESCO berkas Seni Pertunjukan Reog Ponorogo menempati penilaian layak dan prioritas untuk diusulkan, dari 4 elemen WBTb yg dinilai oleh asesori Seni Pertunjukan Reog Ponorogo, Budaya Jamy, Tenun Indonesia Tempe,” salah satu dasar itulah kenapa kita harus mendesak Pemerintah Republik Indonesia khususnya Mendikbudrestek Nadiem Makarim untuk menjadikan Seni Pertunjukan Reog Ponorogo satu satunya yang diajukan dan segera menjadi WBTb (Warisan Budaya Takbenda) Indonesia Listed ICH-UNESCO pada siklus 2023, tanpa mengesampingkan budaya jamu, tenun Indonesia dan tempe,” ungkapnya.Yudha berharap pada momentum yang sangat baik ini tidak disia-siakan atau harus menunggu lebih lama-lagi, jelasnya.
Meurutnya ,menilik kebelakang bagaimana Kesenian Reog dari tahun 2010 tercatat di Kemdikbud, tshun 2013 sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dan dalam kurun waktu tersebut berjalan Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama dengan segenap elemen Komunitas Reog Ponorogo juga melengkapi dan menyempurnakan berkas/dosier, film dokumentasi, foto-foto, syarat-syarat apa yang diminta ICH-UNESCO..( Bad )


