Jarum Infus Masih Menancap, Pasien Suspect Covid-19 Kabur Dari Perawatan RSUD Ploso

JOMBANG,rednews.co.id – Seorang pasien suspect Covid-19 melarikan diri dari perawatan di RSUD Ploso, Kabupaten Jombang, Minggu (4/7) pagi. Bahkan, saat pasien melarikan diri, pada tangan bagian kanan masih menancap jarum infus serta selang yang menyambung kecairan infus.
Dari data yang didapat, pasien tersebut diketahui berinisial S, perempuan asal Dusun/ Desa/Kecamatan Sumobito, Jombang, yang nekad melarikan diri dari RSUD Ploso saat menjalani perawatan. “Iya, tadi pagi Ia melarikan diri dari RSUD Ploso. Sampai sini tadi sekitar pukul 05.30, Ia naik Bentor (becak motor),” kata Nur Cahyo, Ketua RW 3 Desa setempat.
Lebih lanjut Cahyo menjelaskan, S dirawat di RSUD Ploso sejak hari Sabtu (3/7) setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Sumobito, namun baru saja mendapatkan perawatan S, nekat pulang kerumahnya. Sebelumnya, S ini memiliki riwayat penyakit diabetes

“Saya taunya, waktu pulang Ia masih memakai infus menempel ditangannya. Ia memiliki riwayat diabetes,” Terang Nur Cahyo.
Pantauan d lokasi, sekitar pukul 14.00 WIB, tiga orang petugas medis dari Puskesmas Sumobito, dengan menggunakan APD lengkap mengunjungi rumah S. Mereka datang didampingi aparat kepolisian Polsek Sumobito dan perangkat Desa. Kemudian, dua orang petugas masuk ke dalam rumah S dan melepas infus yang menempel di tangannya, setelah itu meninggalkan lokasi.
Terpisah, Direktur RSUD Ploso Dr Iskandar Zulkarnain, membenarkan adanya pasien yang melarikan diri dari perawatan itu. Iskandar juga memastikan, hingga melarikan diri, status S adalah pasien suspect covid-19. Pasien tersebut adalah kiriman dari Puskesmas Sumobito.
“Pasien Ny. S, di diagnosis suspect covid (rapid antigen positif) dan DM (Diabetes Melitus,Red),” tulis Iskandar dalam pesan singkat WhatsApp yang dikirim kepada wartawan.
Iskandar juga menjelaskan, S masuk ke RSUD Jombang sejak Minggu (4/7) dini hari dan melarikan diri beberapa jam setelah dimasukkan ruangan isolasi. “Masuk sekitar jam 01.00 pagi dan diketahui tidak berada di bed-nya sekitar pk 05.00. Infonya sejak awal cenderung menolak rawat inap,” terangnya.
Setelah diketahui kabur, pihaknya melakukan komunikasi dengan Puskesmas Sumobito untuk pengecekan. Dari keterangan yang didapat, S nekat pulang sendiri dengan menumpang becak dan infus yang masih menempel di tubuhnya.
Usai kejadian, pihak keluarga pasien datang ke RSUD Ploso. Kedatangan keluarga itu, untuk memastikan anggota keluarganya enggan dirawat di RSUD Ploso.
“Untuk infusnya sudah dilepas oleh petugas Puskesmas setempat (Sumobito, Red). Dan keluarga sudah datang ke RSUD Ploso untuk menandatangani berkas-berkas administrasi pulang paksa. Saat ini pasien isoman,” pungkas Dr Iskandar Zulkarnain. (Jang)

