DPUPR Kota Kediri Bersama Tim, Bersihkan Sampah di Pilar Jembatan Brawijaya

KOTA KEDIRI, rednews.co.id-  Walikota Kediri Abdullah Abubakar telah menugaskan Dinas terkait untuk lakukan pemeriksaan Jembatan di Sungai Brantas dan Taman Brantas. Dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas yang lainnya telah membersihkan pilar di jembatan lama dan jembatan baru (Brawijaya) pada Jumat, (21/10).

Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, ST., MM., menyampaikan bahwa hari ini telah melakukan pemeriksaan Sungai Brantas yaitu di Jembatan Lama dan Taman Brantas.

Dalam kesempatan ini Endang Kartika Sari mengatakan pada media ini bahwa, “Melaksanakan instruksi dari Bapak Walikota, Dinas PUPR bersama dinas yang lainnya melakukan pemeriksaan di Sungai Brantas, yaitu di jembatan lama dan Taman Brantas, sedangkan hasil dari pemeriksaan ini adalah: kondisi arus sungai masih deras dan benda-benda hanyut (srangkah bambu) menyangkut di pilar jembatan lama yang membahayakan konstruksi jembatan, ” terangnya.

Masih menurut Endang Kartika Sari, ia menambahkan bahwa pada hari Jumat, (21/10) telah dilaksanakan pembersihan di pilar jembatan lama dan jembatan baru dengan Tim Pelaksana dari : Dinas PUPR, BIRIMOB, DLHKP, Jasa Tirta, BPBD dan DISHUBDISHUB serta dibantu oleh relawan dari Jeeper Jatmiko dan kawan-kawan.

Perlu diketahui, bahwa pelaksanaan pembersihan pilar jembatan dari srangkah bambu ini dengan peralatan sebagai berikut; pelampung, gergaji manual, tambang, jangkar, 1 unit perahu karet, dan 2 unit mobil offroad,

Dengan teknis pelaksanaan, secara manual turun ke sungai dengan mencacah bambu kemudian dihanyutkan, bambu ditarik oleh kendaraan offroad untuk ditepikan atau dihanyutkan dan personil BRIMOB siaga di perahu karet untuk antisipasi personil yang bersihkan bambu secara manual atau turun langsung ke sungai.

Dalam hal ini, Walikota Kediri melalui Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari kembali menghimbau agar masyarakat di sepanjang Sungai Brantas untuk sementara waktu tidak beraktivitas dulu sekitar di Sungai Brantas, karena saat ini arus masih deras dan masih berbahaya bagi keselamatan demikian harapnya (myy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *