Ponorogo – rednews.co.id- Musyawarah Cabang pimpinan Muhammadiyah dan pimpinan cabang Aisyiyah Ponorogo pada hari ini Sabtu (10/06/2023) mengadakan musyawarah cabang di aula gedung olahraga SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo.
Giat tersebut dihadiri Bupati Ponorogo, Wakil Bupati Ponorogo, ketua DPRD kabupaten Ponorogo, Kapolres Ponorogo, Komandan Kodim Ponorogo, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo beserta jajarannya, Pimpinan Daerah Aisyiyah Ponorogo beserta jajarannya, Camat Ponorogo, Kapolsek Ponorogo, Komandan dan Rayon Militer, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ponorogo beserta jajarannya, Pengurus Cabang Aisyiyah Ponorogo, Danramil Ponorogo, Pimpinan amal usaha Muhammadiyah Ponorogo, Kepala Desa Nologaten, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Aisyiyah secabang Ponorogo.
Musyawarah cabang dengan mengambil tema dari musyawarah muktamar ke 48 di Surakarta yaitu perempuan berkemampuan mencerahkan peradaban bangsa.
Aisyiyah berperan aktif dalam membangun bangsa melalui semua sektor kehidupan meliputi pendidikan, sosial, ekonomi, budaya serta pembinaan keagamaan.
Aisyiyah juga berperan sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan dengan menyiapkan pemikiran dan agenda setrategis organisasi yang membebaskan, memberdayakan dan memajukan kehidupan.
Ada 7 majelis dan 1 lembaga yang ikut berperan aktif di dalam pembangunan bangsa.Antara lain: Majelis Tabligh, Majelis Tijasmen, Majelis Kesejahteraan sosial, Majelis Kesehatan, Majelis ekonomi dan ketenaga kerjaan, Majelis HAM, Majelis Kader, Lembaga kebudayaan.
Harapan dari pimpinan cabang Aisyiyah,” dengan musyawarah bisa menelurkan, menghasilkan pemimpin-pemimpin yang sangat luar biasa yang akan mampu memajukan Aisyiyah dan Muhammadiyah.”
“Lima hal yang perlu diperhatikan dalam memilih pimpinan yaitu: bener, pinter, kober, banter dan seger.”Kata Pimpinan cabang Aisyiyah dalam menutup sambutanya.
Musycab ini semestinya diselenggarakan 2 tahun yang lalu, namun tertunda karena musibah covid 19.
Berdasarkan AD/ART Muhammadiyah bahwa musycab adalah musyawarah tertinggi di tingkat cabang Muhammadiyah.
Musyawarah cabang merupakan momentum yang strategis dan sistematis untuk merumuskan program 5 tahun kedepan.Serta memiliki kader-kader terbaik sebagai pimpinan untuk menjalankan amanah di periode 2023 s/d 2027.
Ucapan terima kasih disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo yang pada hari ini menggelar Musycabnya.Musycab PCM dan PCA.
Harapanya bisa melahirkan keputusan-keputusan yang benar-benar dapat mengangkat Islam dan mensejahterakan masyarakat Ponorogo lahir dan batin.
Pimpinan cabang Muhammadiyah Ponorogo sebelum mengahiri sambutannya,”ingat pesan dari Bp. Ar Fahrudin: Mimpin Muhammadiyah kui aja kenceng-kenceng.”Ungkapnya.
Bupati Ponorogo Kang Giri tak hentinya mengagumi pada Muhammadiyah yang ternyata luarbiasa dahsyatnya.
Usahanya yang maju pesat,semua berjalan dengan luar biasa.
Dengan atas nama pribadi Kang Giri menghaturkan terima kasih yang setinggi-tinggi atas sumbangsih selama ini terhadap peradaban.
“Muhammadiyah ini luar biasa jasanya terhadap peradaban baik di Ponorogo. Baik usahanya, agama, kesehatan, pertanian, komplit dan ada di Muhammadiyah semuanya.”
Ditengah-tengah sambutan, dalam candaanya Kang Giri menyampaikan,”Saya dengan Pak Narto sama-sama Muhammadiyahnya. Cuman bedanya, saya pakai baju Muammadiyah dan Pak Narto tidak.” Sepontan para hadirin ketawa.
Dengan banyaknya PR di Ponorogo ini diantaranya: PR kemiskinan, PR pendidikan, PR kesehatan, maka Bupati Ponorogo Kang Giri berkeinginan bekerja sama dengan Muhammadiyah secara kongkrit tidak hanya sebagai ungkapan, tetapi di dalami sedalam-dalamnya.
Tak lupa Bupati Ponorogo Kang Giri mengucapkan, “selamat bermusycab yang ke 31 pimpinan cabang Muhammadiyah Ponorogo dan ke 9 pimpinan cabang Aisyiyah Ponorogo kota.Sukses untuk kita semua.” Pungkasnya.( Hin)


