Beri wadah Seniman, Paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara Tampilkan Tari Kolosal Di MKS 5
KEDIRI, rednews.co.id – Untuk memunculkan minat seni pada generasi muda, Paguyuban Seni Dan Tradisi Sasana Setya Dharma Nusantara menggandeng sanggar-sanggar yang ada di wilayah karesidenan Kediri. Minggu,(23/01/2022)
Sendra tari kolosal Bujang Ganong Prakosa adalah salah satu tampilan yang mengandung unsur cerita pada pada masa jaman kerajaan Kediri.
Bertempat di Markas Kuliner Simpang Lima (MKS5) tepatnya di Jl. Erlangga No.99A, Kel. Paron, Kec. Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Paguyuban Seni Dan Tradisi Sasana Setya Dharma Nusantara menampilkan 2 tari yang mulai tenggelam.
Di awali dengan tari Remo dari sanggar Sekaran dari Tanjunganom Nganjuk, sendra tari dilaksanakan secara live streaming dan dilanjut dengan tari kolosal Bujang Ganong Prakosa yang di mainkan oleh sanggar Satrya Buana Jaya dari Desa Katang, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.
Suprajitno Ketua Paguyuban Seni dan TradisiSasana Setya Dharma Nusantara menuturkan, bahwa paguyuban seni dan tradisi Sasana Setya Dharma yang didirikan bertujuan untuk memberi wadah para pelaku seni yang ada di Nusantara ” paguyuban ini adalah wadah, kami ingin memunculkan seni-seni yang mulai tenggelam,” Tuturnya. Pihaknya juga menjelaskan ,Kenapa mengambil dari Bujang Ganong, karena di situ ada cerita pada jaman kerajaan Kediri.” Selain seni kita juga ingin menguak sejarah-sejarah yang ada di Kediri dan Nusantara”terangnya.
Menurutnya Angleluri Budaya Kang Adiluhung adalah moto Paguyuban yang didirikan oleh pak Yit (sapaan akrabnya) .Empat belas tahun paguyuban tersebut Ia dirikan, dan akhirnya ketemu dengan jimat production yang di dirikan oleh mas Sugik sehingga bisa kolaborasi dalam pengembangannya,” Pasalnya dengan adanya dari jimat production kita bikin konsep-konsep untuk Angleluri Budaya yang ada di Nusantara. Selama ini kita berjalan sendiri, modal sendiri tanpa bantuan dari Pihak manapun” terang suprajitno.
Selain seni dan tradisi paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara juga menggandeng para pelaku usaha dan beberapa perkumpulan antara lain PHRI (Perkumpulan Hotel Dan Resto Indonesia), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).pak Gatot GTT, AMJ (Asosiasi Makanan Dan Minuman Jawa Timur) GP Anshor dan masih banyak lagi.Dengan tujuan bersinergi bersama guna mengangkat Kediri dan menumbuhkan cinta generasi muda pada kesenian juga sejarah yang ada di daerah kita masing-masing.”Jangan sampai kita lupa pada sejarah kita” ungkapnya
Sementara itu Suprajitno juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerjasama untuk mensukseskan acara yang di gelar di MKS5 dan berharap kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak bisa terus berkelanjutan “mari kita tumbuhkan kecintaan seni dan tradisi kepada generasi muda. Inilah wadah, di Sasana Setya Dharma Nusantara kita Angleluri Seni dan budaya,” Pungkasnya (Ren)



