Banyak Seniman Kediri Menjerit Saat PPKM Di Perpanjang Oleh Pemerintah

Banyak Seniman Kediri Menjerit Saat PPKM Di Perpanjang Oleh Pemerintah
KEDIRI, rednews.co.id – Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat menjerit para seniman musik, terob, sound sistem dan para seniman lainnya. Pasalnya sudah hampir 2 tahun para seniman musik vakum dari panggung hiburan. Salah satunya pengamen orkes Melayu gerobak yang sering mengamen keliling di desa-desa terbatas dalam mencari nafkah.
Sejak PPKM di terapkan banyak para pemusik yang biasa keluar masuk desa sering di tolak oleh warga. Salah satu perwakilan dari seniman Kediri mengatakan, bahwa banyak para seniman yang meras bingung untuk mencari nafkah, saat
Hendak mengamen mereka sering di suruh keluar dari kampung tersebut.
“Yang jelas, dampak ini sangat-sangat dirasakan oleh warga masyarakat dan para seniman contohnya seniman seperti musisi melodi orkes dan lain sebagainya”. Terang Ahmad Rifa’i  Selaku salah satu perwakilan seni Kabupaten Kediri sekaligus Ketua Bidang (Kabid) Hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Libas Kabupaten Kediri saat di temui awak media rednews.co.id, di Jl. Pamenang, Dudun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Rabu (04/08/2021)
Ahmad Rifa’i atau Gus Mad (sapaan akrabnya) meras sangat prihatin dengan adanya pandemi yang terjadi saat ini dan adanya perpanjangan PPKM yang terus berjalan “meraka saat ini benar-benar jatuh, sudah jatuh tertimpa tangga betul-betul sangat memprihatikan” Ujarnya.
Menurutnya seniman dan budayawan itu sudah  tidak ada penghasilan atau tidak ada pemasukan. Sedangkan untuk bantuan dari pemerintah tidak merata dan tidak semua mendapatkannya.” Keadaan seperti ini dampaknya sangat-memprihatinkan” Katanya.
Selainjutnya Gus Mad juga mengatakan apa bila pemerintah terus memperpanjang PPKM, maka dikhawatikan  kemungkinan akan semakin banyak timbul kejahatan. Dan jika PPKM ini terus berjalan tidak menutup kemungkinan banyak yang mati kelaparan serta bisa terjadi tindak kriminalitas. “Harapan saya pemerintah ini mengerti jangan hanya membuat peraturan, membuat peraturan membuat aturan itu mudah. Tapi untuk masyarakat terutama rakyat kecil ini kasih solusi kasih makan biar mereka tidak bingung untuk menyambung hidup ini begitu,” Pintanya.
Pihaknya juga berharap dari perwakilan warga masyarakat baik tokoh agama, tokoh seniman, para petani, pedagang dan lain sebagainya  bersinergi untuk segera menghentikan perpanjangan PPKM ini, Pungkasnya.
Sementara itu hal senada juga dungkapkan Kotot Budiono (Gatot) selaku humas LBH Libas, dirinya menegaskan agar pemerintah secepatnya nmemberi kelonggaran pada masyarakat.
MmmmKami hanya menghimbau kepada pemerintah agar pemerintah sedikit memberikan kelonggaran kepada warga supaya warga itu bisa menyambung hidup. Yang penting protokol kesehatan tetap di laksanakan” kata Gatot. (Ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *