Nganjuk rednews.co.id .Di tengah penutupan pasar hewan di berbagai daerah akibat ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pasar Hewan Nganjuk tetap buka dengan aktivitas transaksi yang relatif ramai,meski tak sehingar-bingar hari-hari biasa sebelum wabah.
Ari Yudha, dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nganjuk, menjelaskan bahwa kasus PMK di wilayahnya menunjukkan penurunan.
“Yah, untuk saat ini kami belum memutuskan untuk menutup pasar hewan, karena situasinya lebih baik,” ujarnya.
Namun, langkah perlindungan tetap diterapkan melalui pemeriksaan ketat bagi setiap hewan yang akan masuk pasar.
Selama pemeriksaan hari ini, teridentifikasi 14 sapi dalam kondisi kurang sehat, menurun signifikan dari 40 sapi sebelumnya. Pihak pemantau mengarahkan agar sapi-sapi yang tidak sehat untuk tidak diperbolehkan masuk demi kesehatan hewan yang ada dan mencegah potensi penyebaran PMK lebih lanjut.
Data dari Dinas Pertanian Nganjuk menunjukkan bahwa sepuluh kecamatan di Kabupaten Nganjuk kini terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Situasi ini menuntut perhatian serius, terutama bagi para peternak yang berjuang untuk menyelamatkan hewan peliharaan mereka.
Upaya vaksinasi yang digencarkan oleh pemerintah kabupaten terus dilakukan secara masif, Pemkab Nganjuk juga tetap memutuskan untuk tidak menutup pasar hewan, dengan harapan agar perekonomian tetap berjalan.
Keputusan untuk menerapkan pengetatan pemeriksaan kesehatan sapi di pasar hewan menjadi langkah yang dianggap perlu. Namun, di balik kebijakan ini, tersimpan dilema yang berat. Peternak merasakan ketidakpastian, dengan harapan vaksinasi dapat memberikan hasil optimal dalam melawan penyakit yang mengancam kelangsungan hidup ternak mereka.
Kondisi ini menjadi semakin krusial mengingat dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah PMK. Banyak peternak yang mengandalkan pendapatan dari hasil jual ternak mereka. Jika hewan mereka terjangkit penyakit, bukan hanya kesehatan hewan yang terancam, tapi juga perekonomian mereka.
Dengan situasi yang semakin mengkhawatirkan, peternak berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif, demi melindungi kesehatan hewan sekaligus perekonomian lokal. Vaksinasi yang dijalankan diharapkan bukan hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar mampu memberikan perlindungan maksimal bagi hewan ternak. *Ag3*

