
JOMBANG, rednews.co.id – Ketika disejumlah daerah tersiar berita kericuhan demo menolak Walau UU Omnibus Law Cipta Kerja, kericuhan juga terjadi di PT. Pradipta Perkasa Makmur di Jl. Raya Sumobito, Dusun Betek Barat, Betek, Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Kericuhan di pabrik sepatu/sandal pada Kamis (8/10) sekitar pukul 09:40 kemarin disebabkan belasan karyawannya mengalami kesurupan. Sejumlah karyawan tiba-tiba menjerit histeris tanpa diketahui penyebabnya.
Informasi yang berhasil dihimpun dilokasi kejadian menyebutkan, peristiwa yang berlangsung hampir tiga jam itu, berawal dari salah satu karyawan di divisi finishing mengalami kesurupan. Kemudian menjalar ke buruh lainnya hingga belasan orang.
“Saat itu karyawan sedang melakukan produksi, tiba-tiba ada yang kesurupan. Awalnya hanya satu orang, kemudian beruntun ke yang lain hingga 14 sampai 15 orang juga ikut kesurupa,” kata Irwan Yulianto, Kepala Satpam setempat.
Irwan menambahkan, kejadian kesurupan masal ini bukan yang pertama terjadi, beberapa waktu juga terjadi kasus serupa. “Kejadian seperti ini sering terjadi. Kita sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Tadi kita minta bantuan paranormal untuk menetralisir keadaan dan mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi. Imbuhnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak perusahaan memulangkan karyawannya lebih awal dari hari-hari biasanya.

Pantauan rednews.co.id dilokasi diketahui, sejumlah anggota kepolisian dari Polsek Mojoagung, yang mendapatkan laporan, langsung mendatangi lokasi pabrik untuk mengecek dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (jang)

