Mas Dhito Ajak Petani Kediri Beralih ke Pertanian Organik

Mas Dhito Ajak Petani Kediri Beralih ke Pertanian Organik

KEDIRI, rednews.co.id Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, S.H., atau yang akrab disapa Mas Dhito mengajak petani di Kabupaten Kediri untuk memulai bertani organik. Mas Dhito menyampaikan, pertanian organik memiliki nilai ekonomi jauh menguntungkan dibandingkan konvensional. Sebab, dengan tani organik biaya produksi dapat ditekan karena petani tidak lagi ketergantungan dengan pupuk kimia.

“Dengan Program Desa Inovasi Tani Organik (DITO) ini akan diberikan pelatihan dan pendampingan untuk pembuatan pupuk dan bagaimana cara menanam tani organik yang baik dan benar,” katanya saat melakukan pertemuan dengan petani di Desa Muneng, Kecamatan Purwoasri, Selasa (11/1/2022).

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Anang Widodo, S.P dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa, output program DITO pertama menghasilkan produk yang murni organik yang bisa di manajemen dari hulu sampai hilir dan tersertifikasi.

Kedua bagaimana program DITO  bisa mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk kimia. Dalam hal ini, konsep yang telah dijalankan yakni pengurangan pupuk kimia antara 30 sampai 50 persen.

Anang mengatakan, “Kami berharap dengan program DITO untuk pengurangan pupuk kimia ini, teman-teman petani bisa lebih mandiri. Itu salah satu tujuan utamanya bagaimana kemandirian bisa tercapai, ” terangnya.

Jumlah produksi dari penerapan tani organik dari hasil pengujian minimal sama dengan tani konvensional, bahkan lebih. Untuk memperluas program DITO, pada tahun 2022 ini di tiap kecamatan akan dibuat demplot atau lahan percontohan dan sekolah lapang yang bisa dijadikan tempat belajar petani untuk bertani organik (yyk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *