DSC Tantang Mahasiswa Madiun Berani Berkompetisi di Bidang Wirausaha

MADIUN,rednews.co.id- Kesempatan untuk berwirausaha semakin terbuka,kali ini para mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti talkshow DSC yang telah membangun jaringan wirausahawan muda tiap tahunnya.
Universitas PGRI Madiun bersama PT. Wismilak mengadakan talk show Diplomat Success Challenge(DSC) bertajuk ”Berwirausaha Solusi Kemandirian Ekonomi”. Diplomat Success Challenge merupakan kompetisi kewirausahaan yang diinisiasi oleh Wismilak Foundation sejak tahun 2010 lalu. Selama 1 dekade terakhir ini, DSC yang kini telah memasuki tahun ke-12 berhasil membangun jaringan wirausaha muda setiap tahunnya, dan menjadi wadah bagi ekosistem wirausaha Indonesia.
Wali Kota Madiun,H.Maidi juga hadir untuk memberikan pengarahan.

‘’Ini yang saya tunggu. Kota kita tidak punya banyak sumber daya alam. Karenanya, SDM yang harus diperkuat. Melalui kegiatan seperti ini saya harap menumbuhkan SDM yang mandiri serta turut menggeliatkan perekonomian,’’ kata wali kota di Graha Cendekia Unipma, Rabu (7/9/22).

Saat Talkshow Berwirausaha Solusi Kemandirian Ekonomi.DSC menantang para pebisnis yang ada di Madiun Raya untuk menunjukkan ide bisnisnya. Seluruh ide bisnis yang didaftarkan akan dikurasi, melalui tahapan yang seru, dan pemenang akan mendapatkan hadiah total Rp 2 miliar.

‘’Ini merupakan kesempatan untuk mewujudkan usaha Anda, melalui DSC kita semua harus berani berkompetisi di bidang wirausaha,’’ tutur Program Inisiator DSC Edric Chandra.

Edric yang juga narasumber talk show yang berlangsung di Graha Cendekia Universitas PGRI Madiun (Unipma) tersebut berbagi materi pembahasan mengenai Powering The Green Economic. Yakni ajakan untuk masyarakat Indonesia agar lebih cinta dengan produk sendiri. ‘’Buatlah produk sesuai dengan karakter daerah masing-masing, DSC siap menjadi wadah dan membantu usaha Anda,’’ tuturnya.
Dia juga menantang peserta yang hadir untuk mengirimkan konsep maupun ide bisnis yang dimiliki. Nantinya ide bisnis tersebut akan diwujudkan menjadi usaha. ‘’Boleh mengirimkan ide bisnis sebanyak-banyaknya dengan catatan atas nama perorangan dan proposal yang terpilih tetap hanya satu proposal,’’ jelasnya.
Mereka yang bergabung dengan DSC akan memperoleh edukasi dan pembekalan. Seperti mentoring, coaching, dan case challenge yang berisi berbagai materi yang berkaitan dengan aspek kewirausahaan. ‘’Ini merupakan kesempatan bagi para pebisnis, jadi manfaatkan dengan baik. Harapan saya ada warga Madiun yang menjadi pemenang dalam program dari DSC ini,’’ ungkap Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri yang juga narasumber talk show.

H.Maidi mengatakan,talkshow DSC merupakan kesempatan langka.Karenanya, dia berharap mahasiswa bisa memaksimalkan kesempatan tersebut. Apalagi, ada total hadiah bantuan modal usaha sampai Rp 2 miliar. Selain itu, berwirausaha sejalan dengan potensi Kota Madiun. Yakni, perdagangan dan jasa. Ide dan kreativitas peserta ditambah dengan modal usaha dari DSC akan menjadi perpaduan yang tepat untuk Kota Madiun.

‘’Kalau proposal ndak lolos, silahkan tetap dijalankan, saya ikut tanam saham. Idenya apa, tempatnya dimana, silahkan tetap dikerjakan,’’ ungkap walikota.

Kota Madiun memang terus berbenah dalam menuju kota metropolitan. Kota yang hidup 24 jam. Saat siang ada banyak tanaman berbunga. Saat malam dimanjakan dengan sejuta lampu. Hal itu diharap menjadikan wisatawan betah berlama-lama di Kota Pendekar ini.

‘’Kalau hanya siang, paling makan dua kali. Tapi kalau kerasan sampai malam bahkan menginap, makannya bisa sampai enam kali. Ini peluang untuk para pelaku usaha,’’ jelasnya.

Selain itu, wali kota juga menyampaikan upaya memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat untuk dapat mengenyam pendidikan sampai di bangku perkuliahan. Salah satunya, dari program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM). Sampai saat ini, sudah ada 731 mahasiswa yang mendapat program ini. Tahun ini, akan ditingkatkan menjadi 1.000 kuota. Wali kota mengedepankan mereka dari kalangan keluarga tidak mampu.
‘’Anak yang kurang mampu juga harus memiliki kesempatan untuk berkuliah. Biar bisa bersaing di dunia kerja maupun usaha. Harapannya, bisa mengangkat keluarganya nanti dan memutus rantai kemiskinan,’’ pungkasnya.

Acara tersebut juga di hadiri Inda Raya Ayu Miko Saputri selaku wakil walikota madiun,Edric Candra Event manager selaku program inisiator DSC,Sabrang Mowo Damar Panuluh(Noe Letto) lulusan University of Alberta Canada,dengan gelar Bachelor of Mathematic dan Bachelor of Physics sebagai narasumber,juga dimeriahkan oleh performance Band Letto.
(Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *