JOMBANG.rednews.co.id – Sebanyak 9 orang tim wayang potehi akan berangkat menuju Den Haag Belanda akhir Agustus ini. Mereka diundang untuk mementaskan wayang potehi dalam TongTong Fair (TTF) dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 11 September.
Dikabarkan, TTF merupakan ajang pagelaran seni dan budaya Asia-Pasifik yang tertua di Belanda.
“Kami akan membawa nama Jombang dan kesenian Potehi di arena tersebut,” ujar Toni Harsono, pemimpim rombongan.
Menurut Toni, baru kali ini wayang potehi Gudo bisa menghadiri undangan dari TTF. Sebelumnya, timnya gagal berangkat karena terkendala pendanaan, salah satunya. Untuk bisa berangkat ke Den Haag tahun ini, Toni beserta tim bekerja ekstrakeras menggalang dana dari publik, mengingat minimnya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah.
“Banyak sekali yang mensupport kami. Dari Islam, Kristen, Buddha, Konghucu, Jawa, Tionghoa, Madura, dan lain-lain. Ada yang donasi Rp 50 ribu hingga jutaan. Semua membantu,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya mendukung secara finansial namun juga nonfinansial, termasuk ketika mereka ikut mempromosikan wayang potehi ke melalui berbagai platform media sosial. Besarnya dukungan masyarakat, tambahnya, merupakan bukti Potehi tidak hanya milik komunitas Tionghoa. Namun, secara luas, telah diterima masyarakat non-Tionghoa.
Toni berharap semua lapisan masyarakat terus mengembangkan seni dan budaya yang dimilikinya. Serta, bisa memanfaatkan event-event berskala nasional maupun internasional. “Kami mohon doa restu agar terus merawat dan mempromosikan seni budaya Indonesia,” kata Toni mengakhiri.
Sementara itu, Aan Anshori, aktifis GUSDURian Jombang, mengapresiasi keberangkatan tim Potehi ke Gudo. Menurutnya, ini wujud konkrit pengakuan internasional pada budaya Indonesia, khususnya yang ada di Jombang.
“Ditengah lesunya prestasi pemkab Jombang, kita bersyukur ada wakil Indonesia dari Jombang pada even internasional tersebut,” ujarnya. (BEN)

