KEDIRI, rednews.co.id -Keberadaan Kabupaten Kediri tidak lepas dari perjalanan sejarah yang sangat panjang, penuh dengan peristiwa yang mengesankan dalam berbagai bentuk cerita rakyat. Potensi beragamnya cerita rakyat yang ada di desa-desa merupakan sebuah produk local wisdom, ini merupakan kekayaan seni, budaya dan tradisi yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal sehingga dapat diteladani oleh anak-anak dan generasi muda/milenial.
Kepala Desa Tarokan, Supadi dalam hal ini menyampaikan, menindaklanjuti program dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) Kabupaten Kediri tentang adanya lomba penulisan cerita rakyat di Kabupaten Kediri, ia telah menyiapkan beberapa cerita rakyat yang menarik.
Dalam kesempatan ini Supadi mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi lomba penulisan cerita rakyat di Kabupaten Kediri, di Desa Tarokan ini banyak cerita rakyat yang bisa digali, dikembangkan dan untuk diangkat menjadi sebuah cerita menarik, penuh dengan nilai-nilai luhur atau kearifan lokal. Sebagai contoh cerita tentang; Situs Kerajaan Panjer, Kisah Legendaris Ki Demang Palang yang merupakan punden atau cikal-bakal dari Desa Tarokan, Sendang lanang dan sendang wadon, Sumber mata air ubalan, Goa Ngrancang Kencono, Goa Gambir dan lain-lainya, ” terangnya pada media ini Jumat, (24/06).
Masih menurut Supadi, ia menambahkan bahwa di Desa Tarokan itu sebenarnya ada situs tertua, yang tidak pernah diekpos oleh masyarakat luas di Kabupaten Kediri, yaitu Kerajaan Panjer yang ada di Dusun Sagi, Desa Tarokan. Kerajaan Panjer ini,p keberadaan nya sebelum Kerajaan Kediri, itu situsnya masih ada, berupa pagar Kerajaan, pasar Kerajaan yang letaknya di Lereng Gunung Wilis. Dan disamping Situs Panjer ini ada banyak tumbuh tanaman obat/jamu yang konon ceritanya, asal muasal dari beberapa jenis tanaman obat ini merupakan ramuan Dewi Sekartaji, yang jatuh saat naik kereta kencananya dan kemudian bahan ramuan jamunya tumbuh subur di tempat ini.
Perlu diketahui, sesuai dari ramalan Jongko Joyoboyo bahwa Kota Kediri akan pindah kulon kali, ini kelihatan dengan mulai dibangunya Bandara, dan sebenarnya diriwayatkan bahwa Kerajaan Panjer inilah yang merupakan cikal bakal dari Kabupaten Kediri.
Selanjutnya beranjak dari Kerajaan Panjer ini kemudian turun ke Goa Ngrancang Kencono, dulu Goa ini merupakan tempat pertapaan dari Putri Dewi Sekartaji. Sedangkan didalam gua yang masuk -+ 50 meter, dalam lorong ini masih ada umpak tempat duduk, juga guci untuk minumnya. Kemudian ada lagi Goa Gambir loyo itu, Goa ini sudah dikenal secara nasional oleh masyarakat Se-Indonesia, dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Lampung, Sumatra dan terkenal untuk berdoa mencari keberkahan. Di Gua ini memiliki Danyang yaitu Nyai Berintik dan Eyang Singojoyo dari Mataram, mereka dulunya merupakan Panglima Mataram yang waktu itu sedang mengasingkan diri di dalam goa ini.
Masih menurut Supadi, ia berniat untuk mengumpulkan semua rangkaian cerita rakyat yang bersejarah ini, untuk kemudian dikemas menjadi sebuah cerita rakyat yang menarik, penuh nilai-nilai budi pekerti luhur/kearifan lokal menjadi sebuah wisata edukasi (eduwisata), wisata pembelajaran sehingga sangat berguna untuk suri teladan/ bahan pustaka pendidikan bagi anak-anak sekolah/pelajar dan generasi muda jaman sekarang, demikian harapnya (myy).

