DPC PROJO Bojonegoro Gelar Vaksinasi Masyarakat

DPC PROJO Bojonegoro Gelar Vaksinasi Masyarakat

BOJONEGORO rednews.co.id -, Vaksinasi serentak untuk menekan angka normal Pandemi dilakukan oleh Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro. Yang kali ini dilakukan di Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. 13/01/2022.

 

Hasyim selaku ketua DPC Projo Bojonegoro mengatakan dengan dilakukan Vaksinasi serentak tersebut DPC Projo Bojonegoro bekerja sama Dengan Dinas Kesehatan Bojonegoro, Polres Bojonegoro pada Hari Rabu tanggal 13 /01/2022. Lanjut Hasyim, Sedangkan Vaksin tersebut didapat dari DPP Projo yang Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Mabes Polri, untuk hari ini ada 4 titik yang tersebar di Kecamatan Balen.
Salah satu sentra gerainya ada di Desa Ngadiluhur, hal tersebut sebagai menekan angka Covid19.

 

Pelaksanaan vaksinasi akan digelar selama dua hari mulai tanggal 12-13 Januari 2022. Sebagai tambahan, hingga 11 Januari 2022 capaian vaksinasi di Jawa Timur sudah mencapai 81.74 persen dosis pertama. Dan dosis kedua 58.82 persen.

Sesuai arahan dan perintah Presiden Jokowi, pemerintah melakukan percepatan pencapaian dosis ke II minimal 65 persen harus tercapai di Jawa Timur sebagai syarat pelaksanaan vaksinasi Booster ke depan.

Gerakan percepatan vaksinasi ini berada di 12 Kabupaten tersebar di Jawa Timur. Target 12.000 dosis ke II. Mengingat Jatim dosis ke II saat ini masih di 58.82 persen

“Apa lagi saat ini omnicron juga sedang mulai masuk Indonesia, dan Vaksinasi ini juga dipantau dan dikendalikan langsung oleh Pak Presiden Jokowi, dan menurut Informasi kita telah lakukan angka sebaran Vaksin di Jawa timur di angka 81.74 persen pada dosis pertama, untuk kedua kita harus mencapai di 58.82 persen” ujarnya.

Tambahnya, Kegiatan Vaksinasi Geratis tersebut dilakukan oleh DPC Projo Bojonegoro bagian dari representasi Menolak rencana Vaksinasi yang akan di perjual belikan, Pcare yang memberatkan bagi warga yang ingin bepergian, hal tersebut hanya dilakukan elit politik dan itu sangat bertentangan dengan visi Indonesia, maka dari itu Presiden telah merubah Regulasi terkait Vaksinasi agar Pandemi Covid 19 berakhir dan untuk menanggulangi Pandemi yang sestematic tersebut harus dilakukan secara masiv di gerai gerai pelosok Desa.

“Kami dari Projo tetap menolak tegas tentang Vaksin yang akan di perjual belikan, kalau perlu kalau sudah Vaksin dua kali sudah tidak perlu di Swab , dan ditiadakan karena hal tersebut juga memberatkan rakyat kecil” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Teguh Warga Desa Ngadiluhur bahwa Ikut Vaksin bagian dari upaya kesehatan juga mengikuti program Pemerintah.
“Saat ada peringatan mengurus surat menyurat harus sudah ber Vaksin dan akan ada Vaksin di jual belikan saya sendiri merasa kuatir, harapan saya jangan lah Vaksin di jual belikan dan Kalau sudah Vaksin tidak perlu di Swab lagi” jelasnya.

Secara terpisah Kepala Desa Ngadiluhur Mad muhargo berterima kasih Desanya telah ditempati Vaksin geratis untuk Desanya, Mad Muhargo juga menambahkan tiap Minggu Satgas Desa terus melakukan Vaksinasi jemput bola.

“Untuk sosialisasi tiap rapat desa kita selalu sampaikan pada RT/RW dan warga lainya untuk ikut ber vaksin, Allhamdulillah 80 persen di Desa Ngadiluhur telah mengikuti Vaksin, warga yang datang hari ini takut bila benar benar Vaksin itu berbayar dan sudah tidak ada vaksin, karena mayoritas warga disini petani” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *