Curhatan Di Media Sosial Facebook Berujung Viral
PONOROGO, rednews.co.id – Akibat beredarnya postingan dari salah satu akun Ayu Bundane Dyfha di Medsos Facebook pada hari Selasa (24/08/21) viral membuat geger jagad maya. Pasalnya postingan tersebut sebagai curahan hati masyarakat di informasi cegatan wilayah Ponorogo (ICWP ) yang menawarkan almari dan gerobaknya untuk membayar kekurangan biaya Prokes.
Mengetahui hal tersebut di atas awak media RedNews segera melakukan klarifikasi dengan Edy Priono (30) tahun di Jalan Wisanggeni RT 01/ RW 01 Desa Tatung Kecamatan Balong selaku pemilik akun Ayu Bundane Dyfha pada hari Rabu (25/8/2021). Menurut pengakunnya, yang meninggal mertuanya sedangkan yang memposting menjual almari dan gerobak di Medsos bukan dirinya melainkan istrinya.Hal itu ia lakukan karena butuh cukup uang untuk membayar kekurangan biaya Prokes dan Edy tidak menyangka akan viral, ujarnya.
Lanjut Edy, awalnya ia mengontrak rumah di Mangunsuman bersama mertuanya yang asli Singosaren. Dan saat mertuanya sakit parah Edy dan istrinya berusaha untuk meminta bantuan tabung berisi oksigen kepada relawan oksigen. Namun setelah mendapatkan tabung oksigen selang beberapa jam kemudian meruanya telah menemui ajal kematiannya. Dengan keadaan itu Edy dan istrinya panik. Pasalnya menghubungi keluarga mertuanya yang lain di Singosaren tak kunjung datang. Endingnya pihaknya melaporkan hal kematian mertuanya kepada Darmawan selaku RT Mangunsuman, namun oleh RT diarahkan untuk Prokes dengan memberikan nomer HP Dwi selaku tim Prokes guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Alhasil saat Dwi dihubungi sedang sibuk menangani banyak jenazah. Akibat hal itu Edy dan Istri mencari tim Prokes sendiri dengan mohon bantuan kepada Sofyan koordinator tim relawan tabung oksigen yang datang dan membantu proses pemakaman mertuanya yang meninggal.
Masih menurut Edy, dalam proses pemakaman mertuanya, dirinya juga meminta persetujuan dari saudara mertuanya soal tempat pemakaman. Akhirnya sesuai permintaan keluarga mertuanya pemakaman di singasaren.
Setelah positif tempat pemakamannya di lakukanlah proses persiapan pemakaman.
Sofyan dari tim relawan menjembatani komunikasi antara keluruhan Mangunsuman dengan Singasaren. Namun Awalnya pemakaman tetap melakukan prokes tanpa menggunakan peti jenazah tapi karena permintaan om dari keluarga mertuanya akhirnya menggunakan peti jenazah.
Dari keterangan edy total dana keseluruhan dari prosesi pemakaman untuk Peti jenazah ,kain kafan , plastik pembungkus jenazah RP.2000.000
Biaya Ambulan Rp350.000 dan gali kubur Rp1.500.000 Jadi totalnya RP3.850.000. “Untuk sofyan tim relawan tabung Gas tidak ada pungutan biaya jasa sama sekali.” Ujarnya.
Edyi juga menegaskan bahwa dari pihak keluarga tidak mempermasalahkan sama sekali masalah tersebut,” Karena satu Minggu sebelum bapak mertua saya meninggal, kakak kandung saya yang tinggal di rumah keprabon di Desa Tatung ,kecamatan balong juga meninggal di Prokes tapi yang mengurusii rumah sakit Muslimat dan membayar uang pemulasaraan jenazah sebesar Rp3.500.000,” Jelas Edy sembari menunjukkan bukti kwitansi dari RS.Muslimat.
Karena kondisi ekonomi sulit dan rentetan yang dialaminya, membuat edy menjual Almari dan gerobak yang ia punyai dengan cara memposting di Facebook agar cepat laku.
Edy juga menegaskan , bahwa dirinya tidak ada maksud sama sekali menyalahkan pihak manapun. Semata murni berniat menjual almari dan grobaknya.” Saya sendiri tidak menyangka postingan yang saya unggah di Facebook akan menjadi viral di media sosial,” Pungkas Edi Priono. (Dib)




