AKIBAT DARI PEMUATAN BERITA SEPIHAK TERKAIT SATGAS DESA MELEMPEM, AGUS SETIYONO ANGKAT BICARA
PONOROGO rednews.co.id – Akibat dari pemuatan berita terkat statement Christine hery Purwaty anggota DPRD Ponorogo Fraksi PKS yang mengatakan Satgas Covid 19 Desa melempem banyak mendapat sangkalan. Selain Riyanto Ketua DPC PAPDESI , sekarang Agus Seryono Kepala desa Kupuk Kecamatan Bungkal angkat bicara Sabtu (7/8/2021 )
Agus Setiyono sangat menyayangkan statemen dari Christian Heri Purwaty selaku anggota DPRD Ponorogo yang mengatakan Satgas Covid 19 Drsa melempem. Jumat (6/8/2021) .Menurut pengakuannya statemen itu tidak benar yang asal ngomong dan mendiskredikan Satgas Desa. Selama ini relawan Satgas Desa telah melakukan tugasnya siang dan malam tidak seperti yang dikatakan Christin. “Kalau ianggota DPRD Ponorogo ngin melakukan Sidak , silahlan datang pas pada saat ada Jenazah Covid dalam proses pemulasaran. Jadi akan tahu yang dilakukan Satgas Desa. Jangan hanya bisa ngomong Sidak saja tapi waktunya tidak tepat,” Ujar Agus.
Kades Mbois penampilannya yang santer dengan panggilan Gustino itu benar-benar geram atas kata-kata yang dilontarkan Christin. Pasalnya hal itu tidak benar dan menganggap Satgas Desa tidak bekerja dan tidak bertanggung jawab..”Saya sebagai satgas desa ,NGELUS DHODHO, padahal yang terjadi selama pandemi, satgas desa lah yang selalu berhadapan langsung dengan penuh resiko dengan Virus Covid yang namanya wabah corona,” Jelasnya.. Lanjut Agus, Satgas Desa itu relawan tidak ada gajinya, biasanya dapat kaos, itupn kalau ada .Satgas desa tidak butuh dipuji, penghargaan,imbalan, sekalipun yang butuhkan hanya melaksanakan perintah,aturan baik secara kedinasan maupun pelayanan sosial kemasyarakatan demi keselamatan warga. Dan ketika ada warga positip corona meninggal dunia, di rumah sakit dan jenazah isoman adalah Satgas Desa.” Itulah yang sebenarnya terjadi di lapangan , ketika satgas desa meminta untuk mengurusi warga nya ygang meninggal terbentur si A, si B , sehingga terjadi beban moral antarasatgas desa dan keluarga yg meninggal,” Pungkas Gustino (Fer )

