KEDIRI,rednews.co.id – Sedakah Bumi adalah salah satu tradisi yang sering kita jumpai di Indonesia. Dimana sedekah bumi adalah sebagai rasa wujud syukur kita terhadap Tuhan yang telah memberi rejeki melalui bumi yang berupa tanaman pangan, buah dan juga sayuran.
Keunikan sedekah bumi dari bolo tani Desa Padangan, tepatnya di Dusun Tangkilan, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Dimana acara tersebut warga Desa membagikan sayuran dan juga makanan geratis kepada warga yang hadir. Sabtu,(30/09/2023)
Bazar gratis adalah agenda rutin warga bolotani yang diadakan setiap tahun dan ini merupakan tahun ke empat acara tersebut di laksanakan.
Di awali empat tahun yang lalu acara sedekah bumi oleh bolo tani hanya di peruntukkan warga sekitar dengan sekala kecil dimana warga bisa mendapatkan sayur secara cuma-cuma atau geratis.
Agus selaku salah satu panitia memiliki ide tersebut karena di waktu terjadi Covid 19 beberapa tahun lalu, disaat semua kegiatan terhenti dan hasil pertanian melimpah sehingga banyak sayuran yang tidak laku.
“Saya dengan teman-teman ini mengadakan suatu kegiatan bagaimana supaya hasil pertanian ini dapat bermanfaat, dapat di gunakan masyarakat. Akhirnya saya membuat program yaitu pasar geratis” terang Agus.
Dan perlu di ketahui bahwa kegiatan yang di adakan oleh bolo tani dusun tangkilan tersebut memanjakan para pengunjung untuk mendapatkan sayuran geratis, seperti terong, kacang panjang dan juga bumbu-bumbu dapur. Selain itu juga ada warga yang memiliki inisiatif membuka warung kopi gratis tanpa membayar uang sepeserpun.
“Untuk pendanaan ini kepada pak samiadi ini kan jualan sayur, jadi ini menampung semua sayur yang dipasar yang sekiranya tidak laku atau mungkin borongan kalo murah, seperti terong semua sayuran itu borongan. La ini pendanaan semua di tanggung pak karmiadi” terang Agus.
Sesuai dengan yang di sampaikan oleh Agus, Karmiadi yang memiliki ide tersebut juga manyampaikan bahwa awalnya pendanaan dari beliau.
“seperti yang di sampaikan pak Agus tadi. Dan yang kedua, semua sayur itu kan harganya anjlok. Teman-teman punya ide yang bagaimana supaya bermanfaat akhirnya di adakan pasar gratis untuk semua orang” jelas Karmiadi.
“Itu pertama saya yang, yang pertama kalinya. Dan akhirnya semua warga ikut, jadi bisa besar”
Kegiatan tersebut perlu di beri apresiasi, karena memunculkan rasa kebersamaan dan gotong royong yang saat ini sudah mulai pudar. Karena semua yang di pajang di Paser gratis tersebut berasal dari masyarakat
Karmiadi berharap untuk kedepannya kegiatan tersebut bisa menjadi besar dan menjadi lebih baik.
Dan panitia juga berharap dengan kegiatan sedekah bumi yang diadakan, para petani Dusun tangkilan bisa langgeng, pertanian subur dan bisa lebih maju. (dra)

