
MADIUN, rednews.co.Id – Dua belas klompok tani di kabupaten Madiun mendapatkan bantuan Combine (mesin pemotong padi) dari kementrian pertanian dan perikanan pusat melalui dinas pertanian dan perikanan kabupaten madiun tahun 2020.
Dua belas kelompok tani yang mendapatkan batuan tersebut masing -masing di kecamatan Kebonsari 3 unit, kecamatan Dolopo 5 unit, kecamatan Geger 1 unit, kecamatan Dagangan 1 unit, kecamatan Pilangkenceng 1 unit dan lecamatan Sawahan 1 unit.
Kepala dinas pertanian dan perikanan melalui kasi tanaman Serealia M.Sholichin kepada redmews.co.id mengatakan, “Bantuan combine untuk dua belas kelompok tani di kabupaten madiun tersebut bertujuan untuk meningkatkan kwalitas gabah dan sekaligus untuk mempercepat proses panen serta untuk mengurangi kehilangan hasil panen gabah yang tercecer bila dipanen secara manual.” Kata Sholichin.
Walaupun kelompok tani di kabupaten madiun sudah banyak yang memiliki mesin pemotong padi (combine) belum termasuk milik perseorangan, akan tetapi masih banyak persoalan yang terjadi yaitu masuknya mesin-mesin combine dari luar daerah.
Hal tersebut menurut Sholicin berdampak pada pendapatan sewa oleh kelompok tani di kabupaten madiun. Untuk menanggulangi persoalan-persoalan diatas, Sholichin menuturkan, “Karena adanya calo-calo yang mencari keuntungan dan tidak memikirkan dampaknya, untuk itu kelompok tani harus memiliki kemampuan SDM yang cukup dan harus bisa kompak sehingga combine dari luar sulit untuk memasuki wilayah madiun bila musim panen tiba,” Tuturnya.
Terkait jika terjadi kerusakan mesin, Sholichin menambahkan, sebagian besar mesin (combine) dimadiun dari sumber bantuan, ia menyarankan kepada penerima (kelompok tani) jika terjadi permasalahan pada permesinan untuk segera hubungi bidang teknis masin-masing.
“Pada waktu pelatihan, sebelumnya ada pelatihan teknis dasar seperti cara perawatan mesin dan kapan harus mengganti oli mesin.” Pungkas Sholicin.(har)

