Pemkab Madiun Gelar Hari Santri

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2022 yang jatuh pada hari Sabtu (22/10/22), Pemkab Madiun menyelenggarakan upacara di Alun alun Reksogati Caruban.Giat tersebut dipimpin Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, sekaligus sebagai inspektur upacara.

Saat ditemui seusai upacara,Bupati Madiun yang kerap di panggil Kaji Mbing mengatakan bahwa santri itu keren karena tidak hanya belajar agama saja, tetapi di dalamnya ada menyangkut etika akhlak yang bisa diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari. “Kalau semuanya menjiwai apa yang diajarkan, tentunya kedamaian itu tidak sulit. Toleransi juga diajarkan di dalam pesantren,” ucapnya.

Pemkab Madiun juga akan melakukan mitigasi tentang pemahaman, persamaan persepsi pada santri sampai di tingkat desa.“Santri juga bisa menjadi pelaku pembangunan di Kabupaten Madiun,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Jum’at(14/10/22), Bupati Madiun H. Ahmad Dawami bersama jajaran dan para ulama melakukan ziarah kubro sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2022.

H.Ahmad Dawami mengatakan ziarah kubro dilaksanakan di Makam Ki Ageng Basyariyah di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan dan Makam Ki Anom Besari di Kuncen Caruban, Kabupaten Madiun.

“Dipilihnya dua makam ini dikarenakan keduanya adalah tokoh bersejarah yang telah berjasa dalam penyebaran ajaran-ajaran Islam di Madiun. Bahkan mereka adalah pembabat Kabupaten Madiun,” ujar Kaji Mbing. Raden Mas Bagus Harun atau Kiai Ageng Basyariyah merupakan leluhur dari K.H. Abdurrahman Wahid(Gus Dur) yaitu cucu dari K.H. Hasyim Asy’ari juga Presiden Ke-4 Indonesia.

Selain berziarah makam, Kaji Mbing bersama jajaran, para ulama, dan masyarakat juga melakukan doa bersama sebagai peringatan Hari Santri Nasional 2022 di daerah setempat.

“Kita harus mengenang para pendahulu. Meneruskan perjuangan para pendahulu dan bisa mewujudkan cita-cita pendahulu. Para santri harus rukun guna mewujudkan tujuan yang sama dan kompak agar kita mudah dalam menyelesaikan masalah,” tegas H.Ahmad Dawami.

Ia menjelaskan santri memiliki peran besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan RI. Hingga saat ini, santri juga memiliki andil dalam membangun negeri.

Di masa sekarang ini, Kaji Mbing mengajak para santri, khususnya santri di Kabupaten Madiun untuk ikut serta mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa, dan ikut serta menjaga ketertiban masyarakat. Tema tersebut mencerminkan keberadaan santri yang dicatat dalam sejarah selalu ada dalam setiap fase perjalanan Indoensia, di mana ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi dari ajaran agama.

Juga turut hadir pada kesempatan tersebut Jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Madiun, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Camat, Ketua Ormas Keagamaan termasuk MUI, BAZNAS, BWI, DMI, FKUB, NU, Muhammadiyah, dan lain sebaginya, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Muslimat NU, Ketua Banom NU, dan sejumlah pimpinan Ponpes.

Dengan peserta upacara terdiri dari ASN Kabupaten Madiun, Organisasi di bawah Nahdlatul Ulama, Perwakilan MWC NU se Kabupaten Madiun, siswa-siswi MAN, SMA, serta siswa-siswa SMK di wilayah Mejayan dan sekitarnya. Juga atraksi grup drum band dari SMK Model Caruban dan Dongkrek kreasi dari Sanggar Karya Caruban turut menyemarakkan berlangsungnya upacara pagi tadi.(Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *