Madiun, rednews.co.id- Di dampingi oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, serta sejumlah kepala OPD, Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto meninjau langsung sejumlah pembanguan infrastruktur di wilayah Pemkab Madiun pada Kamis (22/6/2023).
Sesuai visi kabupaten Madiun yang aman, mandiri,sejahtera dan berakhlak, Wabup berharap “semoga pembangunan yang sudah dilaksanakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat”.
Benar, memang hanya kunjungan dan monitoring dan tidak pada umumnya seperti sidak yang dilakukan oleh para Anggota legislatif pada umumnya yang berbekal pengaduan dan adanya sebuah laporan warga masyarakat, Kunjungan Wabup di berbagai proyek pemkab Madiun yang menyasar berbagai segmen ini tidak memakan waktu terlalu lama dan hanya cukup singkat atau satu hari selesai.
Wakil Bupati menitipkan pesan agar masyarakat merawat dan menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Dirinya tidak ingin hanya bisa membangun kemudian tanpa perawatan akan mudah rusak dan tidak bermanfaat.
” Tidak terlepas ini menjadi tanggung jawab kita semua, karena tidak hanya bisa membangun saja, namun merawat lebih penting, infrastruktur yang telah kita bangun tanpa perawatan tidak akan terjadi berkelanjutan. Jadi saya titip, saling menjaga agar kebermanfaatan ini mampu berlanjut,” jelasnya.
Adapun peninjauan yang di lakukan oleh wabub kali ini adalah, pengerjaan pengerukan lahan GOR Pangeran Timoer, Pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Klitik, Pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Jatirejo, Pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Dimong, Pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Nglambangan, dan Pembangunan Rumah Singgah (Shelter) di Dinas Sosial.
Tak hanya terkait olahraga, di bidang pertanian pemberian fasilitas Jaringan Irigasi Air Tanah yang diharapkan dapat memberikan keringanan pembiayaan bagi para petani dalam membudidayakan menanam padi dan tanaman pertanian lainnya.
H. Hari Wuryanto saat di wawancarai wartawan di tempat terakhir( gedung Shelter Dinsos Kab. Madiun).
Terkait rumah singgah sementara (Shelter) yang berada di Dinas Sosial Kab.Madiun menjadi wujud perhatian Pemkab Madiun dalam mengawal warga Kabupaten Madiun yang memiliki kondisi dan masalah gangguan kejiwaan.
Melalui shelter tersebut, menjadi rumah sementara sebelum dibawa ke Rumah Sakit Jiwa yang layak dan memadai. Melalui shelter tersebut, diharapkan mampu menjadi tempat pertama penanganan ODGJ. Dengan identifikasi, apabila terdapat ganguan kejiwaan yang ringan bisa disembuhkan tanpa harus dibawa ke Rumah Sakit Jiwa.
“Kita ingin masyarakat kita yang memiliki gangguan kejiwaan bisa kembali sehat dan hidup bersama di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.(Rd)

