Rayakan Idul Adha , Desa Mayangrejo Tetap Jaga Prokes.

Rayakan Idul Adha , Desa Mayangrejo Tetap Jaga Prokes.
BOJONEGORO, rednews.co.id – Meskipun ditengah Pandemi,desa Mayangrejo tetap merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah dengan pesta daging qurban pada hari Selasa (20/7/2021).
Slamet selaku ketua panitia penyembelihan hewan kurban mengatakan, hewan yang disembelihnya lumayan banyak karena masih antusiasnya orang berqurban. Adapun hewan yang diqurbankan untuk disembelih jumlahnya berfariatif yaitu 8 ekor sapi dan 9 ekor kambing dengan total jumlah keseluruhan hingga sampai  17 ekor. keseluruhan daging qurban langsung di bagikan di rumah warga masing-masing untuk mencegah terjadinya kerumunan dan mencegah penyebaran covid-19.” Oleh karena itu, daging korban diantarkan kerumah warga langsung oleh panitia”ujarnya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Maskun Babinsa yang bertugas di desa Mayangrejo, Penyembelihan hewan qurban harus di lakukan dengan protokol kesehatan dengan memakai masker menjaga jarak guna menjaga dan antisipasi jangan sampai menjadi kerawanan sosial serta selalu menjaga kesehatan, katanya.
Sementara itu, hal senada juga dsampaikan Babinsa dari Koramil Kalitidu /Kodim 0813 bahwa pihaknya menghimbau pada masyarakat untuk tidak berkerumun atau bergerombol di area penyembelihan daging qurban, karena akan diantar kerumah warga masing-masing.”Ini akan  menjadi kebiasaan warga yang seharusnya di hindari selama covid-19 ini sebelum berahir”Pintanya.
Lebih lanjut, Kapolsek Kalitidu AKP Harjo mengatakan,Jauh hari sebelumnya pihaknya telah mengumpulkan Kyai, Ulama dan takmir se kecamatan kalitidu guna  dilakukan sosialisasi dan pembinaan serta Kordinasi instansi bersama masyarakat terkait. Adapun materi sosialisasi tersebut yaitu  pelarangan sementara giat masyarakat diantaranya Hajatan, nikahan, pemulasaran jenazah, pelaksanaan sholat berjamaah di masjid,sholat ied dan aturan  penyembelihan hewan kurban, tegasnya.
Harjo juga menambahkan, terkait pemotongan hewan secara aturan PPKM Darurat, semua hewan kurban dipotong di Rumah Pemotongan Hewan(RPH), intinya satu pintu, tapi bila dilakukan di semua tempat dikuatirkan akan membludak dan menimbulkan kerumunan,maka dari itu desa dan panitia terkait, mengambil langkah dan memotong sendiri dengan memperketat protokol kesehatan, paparnya.” Untuk penyembelih hewan qurban harus sudah bersertifikat bebas covid 19 juga dengan swab negatif. Selanjutnya daging dibagikan Door to door atau dari pintu ke pintu oleh panitia,” Pungkasnya.
Acara penyembelihan hewan qorban berjalan tertib, aman dan terkdndali yang di hadiri Dinas Kesehatan , Babinsa, Babinkamtibmas, Pemdes desa Mayangrejo dan Linmas Desa selalu aktif sosialisasi PPKM).(HIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *