SURABAYA rednews.co.id – Ramot Batubara, S.H. Ketua Umum ICON RI sidak dan sikapi proyek di semua wilayah Jawa Timur. Dari penelusurannya ditemukan banyaknya Jalan dan Jembatan yang Rusak parah.
Dalam hal ini Ramot Batubara mengatakan, Alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan jalan dan jembatan yang ada di Jawa Timur sudah sepatutnya menjadi hal yang prioritas dan harus diseriusi pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ),”karena ini termasuk fasilitas publik harus dapat bertahan lama dan bisa dinikmati masyarakat pengguna tanpa merasa khawatir melintas di jalan raya nasional tersebut, ujarnya.
Menurutnya hal tersebut dapat menyebabkan meningkatnya jumlah angka kecelakaan yang terjadi di beberapa ruas jalan Nasional pada akhir-akhir ini dan selalu menjadi momok yang menakutkan bagi pengendara jalan, karena masih banyaknya ditemukan jalan dan jembatan yang rusak, berlubang bahkan menjadi kubangan air, apalagi dimusim penghujan seperti saat ini, ” hal ini seharusnya menjadi prioritas Kementerian PUPR khususnya Balai Jalan Nasional VIII Surabaya, terang Bung Bara aktivis senior pemerhati infrastruktur ini,” Tegasnya.
Masih menurut Bung Bara, dengan banyaknya kucuran anggaran negara untuk kegiatan pemeliharaan secara rutin, berkala maupun rekonstruksi maka seharusnya umur teknis jalan dan jembatan dapat bertahan lebih lama,” tentunya akan menjadi penghematan anggaran,” tuturnya.Namun melihat fakta yang terjadi justru banyak membangun jembatan yang baru, namun tidak efektif dan terkesan lamban dan ketika ada persoalan baru termonitor ternyata masih banyak jembatan yang tidak dipelihara secara optimal. Seperti baru baru ini beberapa jembatan ambles, jalan berlubang, menjadi kekhawatiran masyarakat pengguna,” Oleh karena itulah hal ini menyangkut fasilitas publik yang perlu perhatian khusus untuk diperiksa, diawasi dan dirawat dan juga dilakukan identifikasi berkesinambungan, extra cepat dan rutin oleh masing masing Satker dan PPK ruas jalan sebagai penanggungjawab,” Tandasnya.
Dilakukannya penelusuran tersebut karena pihaknya merasa pihak Ka.Satker dan PPK bahkan kepala Balai BPJN VIII Surabaya sekalipun terkesan tidak sanggup bekerja extra untuk melayani masyarakat, Jelasnya.
Bung Ramot Batubara nampak geram dan marah dirinya berharap pada Menteri PUPR Ir.Mochamad Basuki Hadimoeljono melakukan evaluasi terhadap kinerja Pihak PJN Balai VIII Surabaya, Pasalnya rakyat butuh pejabat yang inovatif, cerdas, transparan, membangun integritas dan menurut pengamatannya dari hasil investigasi timnya selama ini, maka sudah selayaknya dilakukan evaluasi ( monev ), karena rakyat butuh pejabat yang inovatif dalam mewujudkan penyelenggara pelayanan publik, mengembangkan cara berfikir maju, melayani secara transparan dan akuntable menuju ‘Good Governance’ untuk membantu percepatan pembangunan khususnya di Jawa Timur ini, ungkapnya.
Menurutnya pihaknya sangat menyayangkan hal ini masih belum menjadi prioritas pemerintah, namun secara tanggungjawab konstruksi hal ini bisa terjadi karena kegagalan bangunan yang dilakukan penyedia jasa atau pengguna jasa, dan seharusnya penyedia jasa bertanggungjawab selam 10 tahun, sedangkan pengguna jasa atau pengelola seperti Satker dan atau PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) ruas jalan diberi tempo 11 tahun sampai waktu tak terbatas, “artinya sepanjang bangunan konstruksi difungsikan maka tanggungjawab terus otomatis melekat dengan batas waktu yang ditentukan, “Jelasnya.
Selain itu Bung Bara juga menyarankan agar pihak PPK diberi tanggungjawab secara khusus karena seperti pekerjaan jembatan, apalagi konstruksi jembatan yang membentang, tentu butuh perlakuan khusus dan pemantauan khusus, sebab konstruksinya khusus dan harusnya sedini mungkin dilakukan identifikasi, evaluasi, pemeliharaan, perhitungan secara analis kedepan .” Mau diapakan jembatan ini, toh juga anggarannya ada, hal ini penting dan pemerintah harus menyampaikan ke publik terkait kondisi jalan dan jembatan apakah dalam keadaan kondisi keamanan tinggi, sedang dan rendah..?,” Tanyanya . Anggaran pemeliharaan disetiap ruas jalan nasional tersebut harus secara efektif dan transparan digunakan agar sesuai dengan peruntukannya, ” jika terjadi kelalaian dalam pemeliharaan, maka berakibat fatal bagi kenyamanan masyarakat pengguna,” beber aktivis muda yang pernah jadi calon legislator Propinsi Jawa Timur ini.
Sementara itu banyaknya jalan dan jembatan yang rusak bahkan hancur seperti saat ini. Diantaranya jembatan Ngaglik di kabupaten Lamongan ambles menjadikan ruas jalan nasional Babat Lamongan menjadi lumpuh total, Supriyadi pengguna jalan yang sehari harinya menggunakan jalan dan jembatan tersebut. Dikatakan Ramot Batubara, dirinya sangat kecewa akibat kondisi jalan dan jembatan di ruas tersebut, ditambah lagi pekerjaan jalan cor beton di ruas Lamongan Babat saat ini sedang dikerjakan, banyak jalan berlobang bekas materi material tanah dari galian-galian sangat mengganggu, tanah menjadi berlumpur dan licin sampai tengah jalan utama,,” Akibat bekas tanah galian disepanjang jalan utama tidak diangkut keluar pekerjaan sehingga terjadi kemacetan panjang dan material bekas menumpuk mengakibatkan sering terjadi jebakan mengakibatkan kecelakaan, karena pengendara saling serobot menghindar karena tidak jelas kelihatan patok pembatas pengaman sebagai penanda adanya lobang dan galian,” Pungkasnya.(Tim )






