Tulungagung rednews.co.id- Keselarasan antara lingkungan dan masyarakat jadi poin penting yang diangkat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024, Selasa (23/7/2024).
Di acara yang digelar di lapangan Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki itu, pimpinan daerah juga mengajak warga Tulungagung agar peduli dan berperan dalam upaya menjaga lingkungan hidup.
Tampak hadir, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno, Sekda Tulungagung Tri Hariadi, jajaran forkopimda, Kepala DLH Tulungagung Santoso, Forkopimcam Besuki, Bandung, Pakel, dan Campurdarat, dan sejumlah pihak terkait.
Acara dibuka dengan penyerahan santunan kepada kaum dhuafa dan anak yatim. Lalu, disusul dengan penyerahan bibit tanaman dari pimpinan daerah kepada 10 kades di Kecamatan Bandung dan Besuki.
Ditemui usai kegiatan, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengungkapkan, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah penyelesaian krisis iklim dengan inovasi dan prinsip keadilan.
“Artinya, iklim menjadi bagian kita sehari-hari. Saat ini sudah terjadi degradasi lingkungan. Sehingga, kewajiban kita adalah menjaga, salah satunya dengan cara memperbanyak vegetasi,” kata dia.
Itu sebabnya pemkab juga memprogramkan penanaman vegetasi produksi di wilayah selatan.
Sebagai salah satu bentuk aplikasinya, pemkab menyerahkan berbagai jenis bibit tanaman produktif kepada puluhan kades di Kecamatan Bandung dan Besuki.
Harapannya, program penghijauan ini dapat membuat pimpinan di masing-masing wilayah lebih mawas.
Termasuk dapat menginspirasi pimpinan wilayah lain untuk melakukan hal serupa.
“Ini jadi kewajiban kita bersama. Melalui penanaman vegetasi, diharapkan lingkungan akan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Bukan hanya soal penghijauan, persoalan sungai juga jadi sorotan pemkab. Itu sebabnya Heru mengapresiasi kinerja tim ekspedisi sungai yang turut serta dalam upaya pelestarian sungai berikut ekosistem di dalamnya.
“Yang dilakukan oleh rekan-rekan ekspedisi sungai itu bagian untuk memperbaiki iklim dan lingkungan. Kita jangan lihat sungai sebagai aspek di belakang hunian kita. Di mana kita bisa membuang sampah di situ. Tapi, sungai harus dilihat sebagai aspek yang ada di depan. Jadi, haru dijaga,” ujar Heru.
Dia mengimbau agar masyarakat Tulungagung tak lagi membuang sampah sembarangan, termasuk ke aliran sungai. Sebab, aktivitas negatif ini berperan besar dalam kerusakan lingkungan.
Di mana hal ini justru akan berpengaruh secara langsung pada penurunan kualitas hidup di masyarakat.
“Jangan buang sampah secara sembarangan di sungai. Vegetasi yang ada juga jangan dirusak sembarangan,” sambungnya.
Acara ditutup dengan serangkaian kegiatan lain. Di antaranya, penandatanganan kesepakatan bersama untuk menjaga kebersihan sungai oleh pj bupati, kepala DLH, kepala PJT Tulungagung, dan 10 kades di Kecamatan Bandung-Besuki.
Lalu, dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama di area lapangan Desa Tanggulkundung sebagai agenda pamungkas.(Lmd)

