JOMBANG,rednews.co.id – Merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan bukan hanya berdampak pada peternak, namun juga pada pengusaha rumah makan. Salah satunya pedagang rawon yang menggunakan daging sapi sebagai bahan utamanya. Hal ini dirasakan oleh pemilik Rumah Makan Rosobo, yang berada di Timur Taman Kota Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Terlihat sejumlah pelanggan nampak menikmati sajian nasi rawon andalan depot legendaris tersebut. Dengan kuah warna hitam mengguyur nasi, ditambah tauge, sambal, serta dua daging empat berukuran tebal. Rosobo memang depot legendaris di Jombang.
Rumah makan yang bediri sejak puluhan tahun lalu ini, menyajikan nasi rawon sebagai menu andalan. Sehingga, para pelanggan yang datang bukan hanya dari Jombang. Namun juga warga dari luar kota. Utamanya mereka yang sedang bepergian, sengaja singgah untuk melepas penat sembari menikmati menu berbahan kluwek tersebut. Namun, sejak wabah PMK merebak, Depot Rosobo ikut terdampak.
“Sejak adanya wabah PMK, jumlah pembeli ditempat kami mengalami penuruan hingga 30 persen,” kata Agus Rudiono, pengelola depot legendaris tersebut, Selasa (21/06/2022) pagi.
Agus menambahkan, dalam situasi normal atau sebelum wabah PMK, Depot Rosobo mampu menghabiskan 130 kilogram daging sapi. Namun sejak ada wabah tersebut, jumlah daging mengalami penurunan.
“Untuk saat ini hanya menghabiskan 80 kilogram daging dalam sehari. Karena jumlah pembeli memang turun,” ujar Agus, saat ditemui di rumah maka yang dikelolanya.
Sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu, Depot Rosobo biasanya menghabiskan daging sapi 3 kuintal. Namun sejak ada wabah PMK turun menjadi 2 kuintal. Sehingga, lanjut Agus, pihaknya harus menyiasati dengan menggunakan daging impor, meski harganya lebih mahal. Selain itu, juga memilih daging lokal yang berkualitas bagus.
“Kalau daging impor harganya Rp89 ribu sekarang, sedangkan daging lokal lebih murah, yaitu Rp82 ribu per kilogram. Ini untuk menambah kepercayaan pelanggan kami. Untuk itu, kami selalu memilih daging lokasi dengan kualitas super,” pungkas Agus Rudiono.
Di lokasi yang sama, salah satu pembeli Syamsul (35) yang sedang berada di depot tersebut. Dia sembari menikmati sepiring nasi rawon yang ada di depannya bersama pasanganya. Syamsul mengaku, jika dirinya sudah lima kali mampir ke Depot Rosobo. Dia merasa cocok dengan olahan makanan di rumah makan itu.
“Saya sudah lima kali makan disini, karena cocok dengan masakannya. Selain bumbunya terasa, dagingnya juga tebal. Walau sedang merebak wabah PMK, tapi saya pikir aman-aman saja, karena daging sapi yang ada di depot ini diolah dengan benar,” kata Syamsul.(jang)


