Madiun – rednews.co.id Di tengah suasana khidmat dan penuh rasa persaudaraan, Parapatan Luhur atau Parluh 2026 Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) resmi dibuka di Padepokan Agung PSHT, Kota Madiun, Jumat (6/2). Kegiatan musyawarah tertinggi lima tahunan ini menjadi ruang suci untuk merajut kembali nilai-nilai luhur, memperteguh jati diri, serta menata arah masa depan organisasi secara bijaksana dan bermartabat.
Parluh 2026 diikuti 375 cabang PSHT dari seluruh Indonesia serta 35 cabang khusus luar negeri. Ribuan warga PSHT hadir dengan semangat yang sama: menjaga warisan ajaran persaudaraan yang lahir dari keikhlasan hati. Demi kelancaran dan ketertiban kegiatan, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh 1.500 personel gabungan TNI–Polri, bersinergi dengan 107 personel paguyuban silat Madiun, Sentot Prawirodirdjo.
Pembukaan Parluh turut dihadiri Ketua Umum PSHT Drs. R. Moerdjoko HW, Ketua Dewan Pusat PSHT H. Issoebiantoro, S.H., Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Menteri Koordinator PMK Pratikno, Forkopimda Kota Madiun, serta para pimpinan perguruan silat yang tergabung dalam paguyuban silat Madiun. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Setia Hati Terate, serta pembacaan Mukadimah SH Terate yang sarat nilai spiritual, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PSHT menegaskan bahwa Persaudaraan Setia Hati Terate dibangun di atas nilai keikhlasan dan keluhuran budi.
“Di dalam keluarga besar SH Terate, persaudaraan tumbuh dari hati ke hati, tanpa membedakan ras, agama, maupun suku. Inilah kekuatan sejati yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT menyampaikan bahwa ajaran SH Terate sejatinya mengajarkan manusia untuk hidup dalam kedamaian dan ketenteraman, selaras dengan tema Parluh 2026, “Meneguhkan Jati Diri SH Terate untuk Memperkokoh Solidaritas Organisasi dan Memperkuat Jiwa Nasionalisme.”Ia menekankan pentingnya nilai jujur, loyal, disiplin, guyub rukun, serta filosofi hidup “Urip Iku Urub”, yakni hidup yang memberi manfaat dan menerangi sesama.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, saat meresmikan pembukaan Parluh 2026, menyampaikan kekagumannya terhadap Mukadimah SH Terate.
“Ini adalah falsafah yang sangat luhur. Jika nilai-nilai ini ditanamkan dengan sungguh-sungguh, maka akan lahir generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat, berakhlak, dan mampu menjaga martabat Indonesia di mata dunia,” tuturnya.
Parluh 2026 menjadi pengingat bahwa di tengah dinamika zaman, nilai persaudaraan, kebijaksanaan, dan pengabdian tetap menjadi cahaya penuntun. Seperti petuah yang hidup di setiap warga SH Terate:
Selama matahari masih terbit dari timur, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate akan tetap jaya, abadi, selamanya.
* Gus*AE

