Mas Dhito Berpesan: Dinas Pendidikan Layani Kebutuhan Anak Didik dan Implementasikan Kurikulum Merdeka

KEDIRI, rednews.co.id – Bupati Kediri H. Hanindhito Himawan Pramana, SH., atau yang akrab disapa dengan Mas Dhito mempunyai perhatian yang sangat besar pada dunia pendidikan, terutama pada pendidikan anak. Hal ini telah ia wujudkan dengan memberikan pesan dan arahan pada Dinas Pendidikan, agar melayani kebutuhan pendidikan anak-anak sesuai dengan penerapan atau implementasi dari Kurikulum Merdeka.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan pesan dan arahan dari Mas Dhito agar mengutamakan pelayanan pendidikan anak-anak terutama mengedepankan pelaksanaannya sesuai dengan konsep dari Kurikulum Merdeka, pada Rabu siang, (29/09) di Kantor Dinas Pendidikan.

Mokhamat Muhsin pada media ini kembali menegaskan sesuai dengan pesan dan arahan dari Mas Dhito bahwa, “Kita harus melayani kebutuhan anak, melayani pendidikan anak-anak disemua jenjang pendidikan, dalam hal ini layanan pendidikan yang saat ini update adalah Kurikulum Merdeka. Pada Kurikulum Merdeka itu terdapat point yang utama, yakni tentang perwujudan dari Profil Pelajar Pancasila, wahananya adalah melalui pelaksanaan P5, yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila,” terangnya.

Mokhamat Muhsin menambahkan bahwa untuk penerapan dari P5 itu, ia menjelaskan, “P5 itu memiliki enam dimensi, yang terdiri dari dimensi; Beriman dan bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, nalar kritis, dan kreatif, jadi anak-anak sekarang diarahkan kesana, ” terangnya.

Masih menurut Kadisdik Mokhamat Muhsin, bahwa anak-anak sekarang diharapkan bukan hanya pinter secara kognitif saja, kesatu dimensi saja, tetapi diarahkan ke karakternya tentang keimanan, ketakwaan, diarahkan juga mampu bekerja sama, dalam hal ini bergotong royong, dia juga bisa menghargai perbedaan lewat kebhinekaan global, dia bisa mandiri, mampu bernalar kritis, anak-anak kan keingintahuannya tinggi, ini bisa untuk menangkal hoaks, dengan berfikir kritis ia tidak menerima begitu saja semua informasi yang ia terima dan mampu bernalar kreatif, dari kreatifitas ini banyak menemukan terobosan, itu juga penting ia bisa berfikir inovasi ini yang diperlukan di era milenial ini.

Perlu diketahui bahwa dari P5 itu dimensi yang mau dituju, lewatnya apa, yaitu melalui projek ditiap sekolah, dan setiap lembaga sekolah nantinya bisa punya tema yang berbeda-beda, misalnya tentang tema kewirausahaan dengan berbagai faktor pendukungnya, seperti tentang marketing, dan sebagainya.

Sedangkan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri ada tahap-tahapannya yaitu mulai dari Tahapan Pelaksanaan Kurikulum Mandiri Belajar, Mandiri Berubah dan Mandiri Berbagi.

Pada tahap Mandiri Belajar, konsepnya tetap menggunakan kurikulum yang lama, yaitu Kurikulum 2013, namun dengan menambahkan 2 elemen, yaitu elemen Pembelajaran Diferensiasi dan elemen P5. Untuk Pembelajaran Diferensiasi ini adalah pembelajaran yang mengakomodir perbedaan kemampuan dari masing-masing peserta didik, demikian pungkasnya (myy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *