Hindarkan Pembiayaan Grebeg Suro Jadi Kolesterol APBD

Ponorogo rednews.co.id – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memutar otak agar gelaran Grebeg Suro 2024 sedapat mungkin tidak lagi membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kendati pihaknya berhitung event tahunan dengan puluhan ragam acara menandai pergantian Tahun Hijriah itu bakal menelan dana sebesar Rp 5,6 miliar. “Pagelaran budaya itu bagus dan keren, tapi kalau menjadi kolesterol bagi APBD tetap saja kurang baik, ” kata Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko, Selasa (28/5/2024).

Apa kiatnya? Kang Bupati bakal menggandeng event organizer (EO) yang mampu menggali dana partisipasi dari sponsor. Aneka ragam kegiatan dalam rangkaian Grebeg Suro memiliki nilai jual. Terbukti, pengunjung selalu berjubel termasuk wisatawan luar daerah. “Maka dari itu akan kami kerja samakan dengan pihak ketiga. Prinsipnya simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, ” jelasnya.

Kang Bupati mengaku juga sudah menyiapkan sederet plan (rencana) pelapis untuk mengurai persoalan pembiayaan Grebeg Suro yang senyatanya resmi masuk Kharisma Event Nusantara itu. Namun, plan A, B, dan seterusnya tidak diungkapkan. “Banyak pihak yang akan terlibat dalam Grebeg Suro tahun ini,” jelasnya.

Pihaknya pasang target Grebeg Suro 2024 yang berlangsung 27 Juni hingga 6 Juli 2024 membawa dampak kuat di berbagai sektor. Tidak hanya bagi sekitar 145 ribu pelaku ekonomi terlibat mulai dari penata kostum, perias, penari, pemain musik hingga penjual souvenir, pedagang kaki lima, termasuk UMKM. “PAD (pendapatan asli daerah) juga terangkat, terjadi efek domino yang sedemikian kuat,” terangnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *