Ponorogo rednews.co.id- Para Pemuda dan Pemudi Generasi Milenial Desa Ngebel setidaknya merasa riang dan gembira. Pasalnya, apa yang diharapkan untuk bertemu sang idolanya terwujud dengan hadirnya Lisdyarita Calon Wakil Bupati Ponorogo Periode 2024-2029 dengan nomor Paslon 2 yang diundangnya. Hal tersebut dikemas dalam sebuah Agenda Ngopi Bareng di Prabu Cafe and Resto seputar Telaga Ngebel (03/10/2024)
Dalam kesempatan tersebut Lisdyarita menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para pemuda dan pemudi Milenial yang telah mengundangnya. Selanjutnya Lisdyarita Yang akrab dengan sapaan Bunda Rita atau kadang Bundane Wong Ponorogo itu mempersilahkan kepada semua para pemuda pemudi milenial untuk mengungkapkan apa yang menjadikan keinginannya dan harapannya untuk Ponorogo kedepan. Untuk mengurai agar situasi tidak tegang, Bunda Rita menyelingi ngobar dengan senda gurau yang membuat suasana menjadi hidup, meriah dan bernuansa kawula muda.
Dengan suasana tersebut, tahap demi tahap Bunda Rita memaparkan kepada semua yang hadir untuk melihat dan membuktikan capaian Pemkab Ponorogo selama ini. Menurutnya Pembangunan dan capaian masyarakat di Ponorogo tidak selalu bergantung pada kinerja Bupati, wakil bupati dan Dinas terkait,” tapi dibutuhkan saran yang konstruktif dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat,” terang Bunda Rita.
Tak hanya itu saja, Bunda Rita juga mengulas dan menjelaskan terkait pentingnya mengatasi Stunting yang selama ini terjadi , terutama pada pasangan muda, untuk mengantisipasi hal tersebut Bunda Rita berpesan diantaranya hindari pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur berperilaku yang positip dengan melestarikan budaya untuk menghindari pengaruh negatif dari media sosial,! himbau Bunda Rita.
Dijelaskannya pula Terkait Budaya Reyog Ponorogo, Pemkab Ponorogo telah melakukan hal yang terbaik dengan mendaftarkannya di ICCH UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda agar Reyog diyakini dan dikenal se dunia dan se antero Jagad asli dari Ponorogo,” saya mohon doanya kepada semua kaum Milenial yang hadir dan semua masyarakat Ponorogo pada bulan Desember ini Reyog lolos sidang di ICCH UNESCO,” harap Bunda Rita.
Dengan kehadiran Bunda Rita di Ngebel, pun UMKM setempat semua berdatangan. Bak ibarat Pucuk Dicinta Ulampun tiba. Tak berapa lama perwakilan dari UMKM menyampaikan uneg uneg dan harapannya, untuk dukungan UMKM produk lokal tak hanya diberikan pelatihan saja , tetapi juga diberikan pendampingan untuk pemasaran dan manajemen produksinya. Atas curhat UMKM yang dibinanya Bunda Rita dengan sabar sangat apresiasi dan menerimanya untuk ditindaklanjuti di kemudian hari.
Lebih Lanjut, terkait untuk anak putus sekolah ,Bunda Rita juga berkomitmen akan mengatasinya dengan pelatihan berkelanjutan agar anak dapat mengenyam pendidikan, supaya kedepan berguna untuk keluarganya dan masyarakat. Terlebih lagi Bunda Rita mengutamakan layanan Pendidikan dan Kesehatan. ( Koliq )



