Badan Gizi Nasional (BGN), bekerja sama dengan Yayasan Al-Malik dan Dapur Unit Layanan Makanan Bergizi Gratis

TULUNGAGUNG,rednews.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN), bekerja sama dengan Yayasan Al-Malik dan Dapur Unit Layanan Makanan Bergizi Gratis Sultan Resto, resmi meluncurkan uji coba program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, serta di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu pada Selasa (24/12/2024). Program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi gratis kepada masyarakat sebagai langkah meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas gizi nasional.

Program uji coba MBG ini menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Di Kabupaten Tulungagung sendiri, program ini telah dimulai sejak Desember 2024. Hingga saat ini, dua sekolah dasar-SD Di Kalidawir dan SD di Kedungwaru telah dilakukan ujicoba program ini pada 13 Desember 2024 oleh dapur BGN.

“Uji coba program makan bergizi gratis dilakukan di dua sekolah dasar dan hari ini juga menjangkau beberapa Posyandu untuk balita. Jadi, sementara ini masih pada lingkup yang terbatas,” ujar Koordinator Badan Gizi Nasional Tulungagung, Alvifetika VR (24), saat ditemui di Sultan Resto, Bago, Selasa (24/12/2024).

Menurut Alvifetika, program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi di sekolah, tetapi juga bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat melalui edukasi perubahan pola makan sejak usia dini.

“Melalui program ini, kami memastikan tata kelola yang baik, takaran gizi yang tepat, dan cita rasa yang variatif agar makanan bergizi lebih disukai anak-anak di Kabupaten Tulungagung. Kami juga berharap anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah termotivasi untuk kembali ke sekolah, sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Malik, Indah Andayani, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan gizi masyarakat. Yayasan Al-Malik berkomitmen untuk menyediakan makanan bergizi gratis, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu menyusui.

“Program ini adalah langkah konkret dalam mendukung kebijakan nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi warga di Tulungagung,” kata Indah.

Uji coba MBG Yayasan Al-Malik didukung oleh dua dapur Al-Malik. Dapur pertama berada di Sultan Resto, Desa Bago, Kecamatan Tulungagung, yang menyediakan 306 paket makanan bergizi gratis. Sementara dapur kedua berlokasi di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, dengan 177 paket makanan.

Untuk sementara, program ini difokuskan pada balita dan ibu menyusui, mengingat sebagian besar sekolah sedang libur. Fokus tersebut juga sejalan dengan prioritas nasional yang menargetkan perbaikan gizi pada kelompok usia dini dan ibu menyusui guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Balita dan ibu menyusui adalah kelompok yang sangat membutuhkan asupan gizi yang baik. Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi mereka,” tambah Indah.

Program Dapur Unit Layanan Makanan Bergizi Gratis diharapkan dapat berkelanjutan, tidak hanya di Tulungagung tetapi juga di berbagai wilayah lainnya. Hingga kini, Yayasan Al-Malik telah membentuk lebih dari 100 dapur serupa di seluruh Jawa Timur.

Dengan program ini, Yayasan Al-Malik berharap dapat mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memberikan dampak nyata dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.(dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *