Bupati Sugiri Sancoko sengaja hadir saat FDS membongkar celengan milik anak-anak, Sabtu (29/06/2024). Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– ingin berbagi keceriaan dengan pemilik tabungan yang sempat dag-dig-dug menerka jumlah uang simpanan selama satu tahun. “Sengaja dibongkar akhir Juni menjelang tahun ajaran baru,” kata Ketua FDS Sayid Asfari.
Menurut dia, hasil tabungan dari menyisihkan uang jajan itu dapat meringankan beban orang tua dalam menanggung biaya sekolah anaknya. Namun, tujuan gerakan menabung lebih ke pembiasaan anak untuk berhemat dan hidup sederhana. “Kami memberikan apresiasi bagi yang meraih poin tertentu dari nominal tabungan,” ungkap Sayid Asfari.
Sementara itu, Bupati Sugiri Sancoko merasa bangga karena anak-anak di Ponorogo sudah memiliki budaya menabung sejak dini. Kang Bupati –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– juga mencatat kebiasaan serupa juga berlangsung di Desa Bringinan Kecamatan Jambon. “Saya ingin mengadopsi pola menabung di Sukosari dan Bringinan. Perlu merumuskan bentuk tabungan untuk menggantikan kotak yang masih konvensional,” terangnya.
Kang Bupati mengakui bahwa gerakan anak-anak menabung di desa itu berjalan sukses. Terbukti, pengelolaannya sudah berlangsung dalam hitungan tahun. Alangkah eloknya jika seluruh peserta didik di PAUD, TK, dan SD di Ponorogo menabung setiap hari. ‘’Mereka akan belajar menyiapkan masa depan secara mandiri,’’ jelasnya. ( Adv/ Fer)


