PONOROGO, rednews.co.id — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bangsa terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pelatihan kecakapan hidup bagi masyarakat. Berlokasi di Jl. Sekutrem No.208, Ngijo, Lembah, Kec. Babadan, Kabupaten Ponorogo, lembaga ini terus memperluas program pemberdayaan ekonomi bagi 60 warga binaan yang terdaftar.
Sebelumnya, PKBM Bina Bangsa telah berhasil mencetak produk unggulan berupa batik tulis tangan hasil karya para warga binaan dan siswa. Kini, melengkapi keterampilan kriya yang sudah ada, lembaga tersebut melangkah lebih jauh dengan mengembangkan sektor peternakan sebagai unit usaha baru.
Program peternakan ini diawali dengan pemeliharaan anak ayam usia sehari (Day-Old Chick/DOC). Melalui pendampingan berkelanjutan, seluruh warga binaan diajarkan teknik pemeliharaan hingga menghasilkan ayam siap potong serta produksi telur yang berkelanjutan.
Kepala PKBM Bina Bangsa, Drs. Achmadi, SH, menyampaikan bahwa pemilihan komoditas difokuskan pada ras bibit unggul berprospek tinggi. Dalam rapat komite lembaga, beliau menegaskan pemilihan varietas ayam kampung pedaging dan petelur unggulan tersebut.
“Pengembangan fokus pada varietas ayam kampung pedaging bibit unggul jenis Blackpermud dan Sengkuni, serta ayam kampung petelur bibit unggul Elba,” tegas Drs. Achmadi, SH.
Pemilihan unggas ini didasarkan pada keunggulan utama yang dimiliki varietas tersebut:
1. Produksi Telur Sangat Tinggi (Ayam Elba): Mampu menghasilkan telur secara konsisten dalam jumlah besar dengan efisiensi pakan yang baik.
2. Pertumbuhan Cepat dan Daging Berkualitas (Blackpermud & Sengkuni): Memiliki bobot tubuh ideal serta kualitas daging ayam kampung yang bernilai jual tinggi di pasaran.
3. Daya Tahan Tubuh Kuat (Hardy): Adaptif terhadap perubahan cuaca lokal sehingga meminimalkan risiko kerugian akibat penyakit.
4. Karakter Tenang dan Mudah Dirawat: Memudahkan proses perawatan harian, sangat cocok untuk materi pembelajaran peternak pemula.
Selain sebagai media pembelajaran keterampilan mandiri, unit peternakan PKBM Bina Bangsa juga dikembangkan sebagai unit usaha produktif. Lembaga ini kini melayani penjualan telur ayam kampung segar serta penyediaan bibit/DOC ayam kampung dari berbagai tingkatan umur bagi masyarakat umum maupun peternak lokal yang membutuhkan pasokan bibit berkualitas.
Di samping pemaparan teknis, rapat komite juga membahas tantangan pembiayaan operasional program bagi 60 peserta tersebut. Pada tahun ini, PKBM Bina Bangsa mengelola alokasi Bantuan Operasional Kesetaraan/Pendidikan (BOS P) dari pemerintah sebesar Rp11 jutaan, sementara total kebutuhan anggaran operasional dan pengembangan mencapai sekitar Rp27 jutaan.
Menyikapi adanya defisit anggaran tersebut, pihak lembaga membuka ruang partisipasi dan kolaborasi seluas-luasnya melalui sinergi pemangku kepentingan (cross-sectoral partnership). PKBM Bina Bangsa mengetuk kepedulian seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, maupun instansi terkait untuk dapat berkontribusi melalui dukungan pendanaan maupun kemitraan program demi menjamin keberlanjutan pelatihan ini.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan dana, PKBM Bina Bangsa optimistis program pemberdayaan ini terus berjalan. Diharapkan, dengan variasi keterampilan mulai dari seni batik tulis hingga peternakan unggas terapan, ke-60 warga binaan memiliki bekal keterampilan praktis yang mandiri serta siap berkarya dan berwirausaha saat kembali ke tengah masyarakat. (Fer)

