RSUD Bantarangin Ponorogo Terima Rp4,1 Miliar Alokasi DBHCHT Perkuat dan Tingkatkan Layanan Kesehatan, 

Ponorogo rednews.co.id- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantarangin yang terkenal dengan Hospitel, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, kali ini kembali menerima kucuran anggaran dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Tahun Anggaran 2026.
Suntikan dana segar tersebut dipusatkan untuk memperkuat kualitas dan peningkatan sarana penunjang fasilitas kesehatan publik hingga modernisasi alat medis penanganan medis spesifik.

​Pada tahun anggaran berjalan ini, total dana cukai yang dikucurkan untuk RSUD Bantarangin tercatat mencapai Rp4.101.300.196,00.

Anggaran miliaran rupiah tersebut didistribusikan ke dalam empat komponen belanja utama guna memastikan ketersediaan logistik medis serta standarisasi peralatan kedokteran yang andal.
​Secara rinci, alokasi terbesar dimanfaatkan untuk pemenuhan persediaan obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dengan nilai Rp2.229.638.536,00.

Selanjutnya, alokasi anggaran juga dialokasikan untuk pengadaan Alat Kedokteran Jantung sebesar Rp1.677.500.000,00, kegiatan Kalibrasi Alat Kedokteran/Kesehatan Penunjang sebesar Rp106.936.660,00, serta Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan senilai Rp87.225.000,00.
​Direktur RSUD Bantarangin Ponorogo, drg. Enggar Triadji Sambodo, menjelaskan bahwa mayoritas mata anggaran dari alokasi dana bagi hasil tersebut saat ini sudah terealisasi sesuai dengan perencanaannya masing-masing.

​”Pada tahun anggaran 2026, sebagian kegiatan yang didanai melalui alokasi DBHCHT telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan perencanaannya,” ujarnya saat memberikan keterangan resmi kepada Rednews, Selasa (26/10/2026).

“Sementara itu, pengadaan alat kedokteran jantung masih berada dalam tahap persiapan pelaksanaan dan akan dilanjutkan sesuai dengan ketentuan serta prosedur pengadaan barang dan jasa yang berlaku,” imbuh drg Enggar.
​Ia menambahkan, alokasi DBHCHT merupakan instrumen krusial bagi rumah sakit daerah dalam menjaga performa operasional serta mengakselerasi peningkatan standar pelayanan bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat di wilayah barat Ponorogo.
​”Dukungan anggaran dari DBHCHT ini memberikan ruang gerak bagi kami untuk terus memperluas aksesibilitas dan kualitas layanan medis,” tegas drg Enggar.
“Pemenuhan stok obat, kalibrasi instrumen kedokteran agar selalu presisi, hingga peningkatan kapasitas kualitatif para tenaga kesehatan menjadi prioritas utama kami agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang aman dan bermutu,” tukasnya.
​Mengenai rencana realisasi perangkat medis jantung yang belum dieksekusi, pihak manajemen RSUD Bantarangin memastikan bahwa seluruh tahapan proses pengadaan akan terus dikawal secara seksama sesuai prosedur teknis dan regulasi yang berlaku.
Kehadiran peralatan kedokteran jantung tersebut nantinya diharapkan mampu memperkuat kemampuan penanganan kasus kardiologi secara langsung di tingkat rumah sakit daerah (Wied/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *