KOTA KEDIRI, Rednews.co.id – Dewan Musyawarah Daerah (DMD) Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kota Kediri menggelar doa ucap syukur bersama dan tabur bunga memperingati penetapan tanggal 13 Juli sebagai Hari Besar Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (15/07/2026) di halaman depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri, Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri.
Penetapan 13 Juli sebagai Hari Besar Kepercayaan tertuang dalam Surat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026. Keputusan ini disambut haru oleh para penghayat kepercayaan di Kota Kediri.
Acara yang berlangsung khidmat itu dihadiri Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priyambodo, Kepala Bakesbangpol, Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Kediri, Kepala Kelurahan Banjaran, serta ketua organisasi penghayat kepercayaan se-Kediri.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Bambang Priyambodo, menyampaikan rasa syukur atas penetapan tersebut.
“Ini adalah rasa syukur kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa bahwa himpunan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026. Surat tersebut diserahkan pada tanggal 13 Juli 2026. Ini rasa syukur bersama semua warga paguyuban penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, baik di Kota Kediri maupun di Kabupaten,” ujarnya.
Bambang menegaskan, penghayat kepercayaan menjadi bagian penting yang harus dibina pemerintah. “Kami dari Disbudparpora tentu turun, hadir. Kita sudah tidak asing lagi dengan berbagai macam paguyuban penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mari bersama-sama bergandeng tangan dalam rangka mewujudkan kegotongroyongan dan kebersamaan, hidup rukun bertetangga,” tegasnya.
Ketua Presidium MLKI Kota Kediri periode 2026-2031, Ratih Harinsari, juga menyampaikan rasa bangganya.
“Dengan adanya peresmian Hari Kepercayaan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026, kami sebagai warga penghayat kepercayaan merasa sangat bangga. Harapan kami, pemerintah bisa lebih perhatian lagi dan menghapuskan stigma-stigma negatif. Semoga setelah peresmian ini kami bisa diterima baik oleh masyarakat dan tidak ada diskriminasi,” ujarnya.
Presidium 1 MLKI Kota Kediri, Sugeng Prayitno, SH, menambahkan penetapan ini memperkuat semangat kaum muda penghayat. “Dengan disahkannya Hari Besar Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa oleh Kementerian Kebudayaan RI, memperkuat semangat warga penghayat khususnya kaum muda di Kota Kediri untuk memperkokoh jati diri dan siap bersinergi untuk kemajuan Kota Kediri,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kota Kediri sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kebhinekaan bangsa Indonesia.
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa nilai-nilai kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sejalan dengan semangat kepahlawanan dan cinta tanah air.(Ren)

