MADIUN,rednews.co.id- Walikota Madiun,H.Maidi, melakukan kunjungan kerja di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman pada selasa 23 Agustus 2022.
Di kesempatan kali ini,H. Maidi didampingi sejumlah pimpinan OPD, Camat, dan beberapa anggota DPRD, melakukan pertemuan dengan pekerja seni, pelaku ekonomi kreatif, penggiat lingkungan, dan LSM.
Pada saat melakukan dialog, salah satu yang hadir, yakni Budi alias Black, mengusulkan pembangunan rumah warga yang sudah tidak layak huni dan minta direhabilitasi agar lebih layak.
Mendengar usulan ini, H.Maidi langsung terkejut. Karena, kalau memang benar, seharusnya sudah dibangun dari dulu, asal kepemilikan tanahnya jelas.
Setelah di telusur oleh pak walikota, ternyata status tanah tersebut merupakan warisan yang belum dipecah atau dibagi dengan saudara lain. Sedangkan ahli waris yang sah, ada empat orang. “Akan saya cek langsung. Kalau empat orang ahli waris mau tandatangan, saya bangun rumahnya. Saya harus hati hati dalam hal ini. Ini pakai uang negara,”kata H. Maidi.
Dalam kesempatan ini, H.Maidi juga membagikan minyak goreng gratis kepada ibu-ibu yang hadir dalam acara. Dan hal ini disambut sangat baik oleh masyarakat.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun memastikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jambanisasi sudah mulai dikerjakan sejak bulan Juli 2022. Rehab RTLH dan jambanisasi merupakan program tahunan sebagai upaya mengurangi tingkat kemiskinan, juga masuk program panca karya yang dicanangkan Walikota Madiun,H.Maidi yakni Madiun Peduli.
H.Maidi telah meminta camat dan lurah untuk mendata warganya yang berhak menerima bantuan program RTLH dan jambanisasi, agar tidak ada yang tercecer ataupun tertinggal dan tepat sasaran. “RTLH dan jambanisasi tahun ini kita selesaikan semua. Kalau ada masyarakat yang masih butuh rehab RTLH silahkan saja, nanti kita data dan dimasukkan ke perubahan anggaran keuangan (PAK)” ungkap H.Maidi.
Tahun ini ada 100 unit yang akan dikerjakan dalam dua program tersebut dengan anggaran Rp1,2 Miliar, yang terdiri dari 60 RTLH dan 40 jamban. Masing-masing penerima bantuan program RTLH mendapat Rp15 juta dan penerima program jambanisasi masing-masing mendapat bantuan Rp7,5 juta. Bantuan nantinya disalurkan oleh Bank Jatim ke masing-masing penerima bantuan melalui virtual account. Dan bantuan itu disalurkan tanpa ada biaya sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal.
(Rd)

