Paguyuban Setya Dharma Nusantara, Rednews dan Green Cycle Farm Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Melalui Budidaya Magot

PONOROGO rednews.co.id -Tak henti hentinya Paguyuban Setya Dharma Nusantara bersama Rednews selalu berkolaborasi dalam melakukan giat sosial dalam pemberdayaan masyarakat agar berdaya guna dan berhasil guna. Pasalnya, yang sebelumnya telah menggelar pelatihan produksi asap cair sekam padi yang memanfaatkan limbah tanaman padi untuk pupuk organik, kali ini juga juga menggandeng Green Cycle menggelar kegiatan pengelolaan sampah melalui pelatihan budidaya Magot yang diikuti oleh warga desa, Fatayat NU dan mahasiswa UIN Yogyakarta yang bertempat di Aula Balai desa Ngunut Kecamatan Babadan pada Minggu pagi, (02/08/2026)

Hendra Priyono Green Cycle saat menjelaskan proses budidaya Magot

Dalam sambutannya, Suprajitno selaku ketua Paguyuban Setya Dharma Nusantara dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa nasib adalah perjuangan, dan hidup itu sebagai pilihan, adapun hasil dari perjuangan itu seperti apa, Alloh yang menentukan. Dalam giat kami kali ini mensosialisasikan dan pelatihan budaya magot yang berfungsi dalam Pengolahan sampah organik, pakan ternak, makanan bergizi dan pupuk organik untuk pertanian,” kami berharap dengan sosialisasi dan pelatihan ini, bisa menjadikan lingkungan bersih dari sampah dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa Ngunut, khususnya petani dan peternak,” pungkasnya. Informasi tersebut bisa diakses di youtube paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara, rednews dan mataramanpost.

Anggota pelatihan dari UIN Jogjyakarta Fatayat NU Ponorogo yang hadir

Sementara itu Prayudi selaku Owner Rednews mengatakan, pihaknya sangat apresiasi dan selalu mendukung program yang bersifat sosial dalam pemberdayaan masyarakat agar berdaya guna dan berhasil guna demi kesejahteraan ekonomi masyarakat, ” Apalagi ini pengolahan sampah demi kebersihan lingkungan sekaligus juga menghasilkan cuan,” pungkasnya.

Hendra Priyono Green Cycle farm selaku tim ahli produksi, pembudidaya dan pemberdayaan Magot menjelaskan, magot adalah larva atau ulat dari lalat jenis Black Soldier Fly (BSF) yang banyak dimanfaatkan untuk mengurai sampah organik, pakan ternak tinggi protein, dan pupuk organik.Informasi lengkap mengenai magot dan pemanfaatannya dapat disimak pada bagian di bawah ini.

Adapun manfaat dan Kegunaan Magot Pengurai Sampah diantaranya, Mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga atau pasar (seperti sisa buah, sayur, dan makanan) dengan sangat cepat dan tanpa bau menyengat. Pun, Pakan Ternak Kaya akan protein, lemak, dan asam amino esensial yang sangat bagus untuk pakan ikan, burung, bebek, dan ayam.

Kasgot (Bekas Maggot) berupa sisa kotoran atau media penguraian maggot dapat diolah menjadi kompos padat atau pupuk organik yang menyuburkan tanaman.Cara Sederhana Budidaya Magot BSF Persiapan Wadah: Menyiapkan bak atau wadah biopon sebagai tempat penangkaran dan pembesaran larva. Cara pemberian Pakan yaitu dengan cara memasukkan sampah organik harian secara rutin sebagai sumber makanan utama larva. Adapun perawatannya dengan menjaga tingkat kelembapan media agar magot tumbuh optimal hingga siap dipanen.Untuk tips visual mengenai bagaimana magot melahap sampah organik dengan cepat dan efisien, jelasnya.”Tujuan dari pembudidayaan Magot untuk penanggulangan dan penanganan sampah organik, dengan sistem mengolah guna kemandirian pangan,” jelas Hendra.

Menurutnya hal tersebut sudah seharusnya bisa dilakukan oleh masyarakat, pasalnya caranya sangat mudah, simpel , tidak butuh lahan luas dan modal juga tidak banyak tapi hasilnya menjanjikan,” hanya bermodal sampah yang ada di sekitar kita,” tegasnya. Dijelaskannya, cara Proses budidayanya ada beberapa tahapan, diantaranya : 1. Penetasan telur lalat BSF, 2. Persiapan wadah biopon atau galon, 3. Pengolahan pakan limbah organik dengan fermentasi dan yang ke 4. Proses cara panen. Hendra juga berharap dengan kegiatan tersebut dapat menjadikan lingkungan terbebas dari sampah dan perekonomian masyarakat meningkat.

Lebih lanjut Siti khotijah selaku kepala desa Ngunut sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar di kantor desa Ngunut. Menurut pengakuannya, beberapa waktu lalu Paguyuban Sasana Setya Dharma Nusantara dan Rednews juga melakukan giat pelatihan dalam rangka pengolahan limbah pertanian berupa sekam padi untuk diproses menjadi asap cair sekam padi yang bisa sebagai substansi pupuk cair. “Pun mesin asap cair sekam padi sampai sekarang juga masih di sini ( desa Ngunut),” katanya. Namun saat ini dalam kondisi perbaikan,” InsyaAllah setelah diperbaiki dapat beroperasi lagi,”jelasnya.” Apalagi sekarang tambah budidaya Magot untuk kebersihan lingkungan dan pengolahan sampah yang biasanya menjadikan masalah di desa kami,” pungkas Khotidjah.Giat berjalan aman kondusif dan penuh antusias masyarakat yang hadir ( Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *