Komentar Warga Ring 1 Yang Terdampak Flare Exxon Mobil Cepu Limited.
BOJONEGORO rednews.co.id – Setelah viral berita yang diaspirasikan oleh Sukamto warga Mojodelik di acara pembinaan RT/ RW yang di hadiri Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah Flare yang dikeluhkan tersebut sudah normal dan dikecilkan oleh perusahaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).21/09/2021. Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Jawa timur.
Dalam pantauan awak media Flare tersebut telah mengecil tapi desas desus dibeberapa tempat terkait bahayanya Migas terus menjadi pembicaraan dibeberapa tempat. Terkait dampak pembakaran Flare dari cerobong pembakaran gas oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sampai terkait mitigasi yang selama ini jarang dilakukan oleh ExxonMobil Cepu Llimited (EMCL).
” Dulu yang keracunan itu ibu saya, kebetulan masih keluarga saya, tapi oleh pihak perusahaan sudah di obatkan dan dirawat sampai sembuh” Terang Sunoto warga Desa Mojodelik.
Dirinya membenarkan Flare yang kemarin sempat membesar dan meresahkan Warga tersebut dari rumahnya juga terdengar, namun dari Perusahaan diakuinya tidak ada sosialisasi pada warga dari Perusahaan dari Amerika tersebut.
“Saya berharap, Perusahaan dengan Warga saling menjaga dan saling tahu lah, agar semua berjalan dengan baik”Harapnya.
Desa Mojodelik secara geografis termasuk ring satu pengeboran Exsplorasi Gas dan minyak bumi yang lakukan oleh ExxonMobil Cepu limited, dan sebelah nya Mojodelik ada Desa Bonorejo. Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Bonorejo Rahmad Akhsan, Flare yang sempat viral tersebut telah mengecil dan normal. Memang dalam pembesaran Flare tersebut pihak perusahaan Exxon telah berkomunikasi dengan Desa desa sekitar, termasuk Bonorejo.
“Soal ijin dan komunikasi iya sih, namun secara lisan, namun Perusahaan besuk lagi tolong, kalau melakukan perawatan atau apalah, api nya jangan besar besar sehingga membuat resah warga” paparnya.
Tambahnya, Pihak Perusahan ExxonMobil Cepu Limited memang memberi harapan untuk Desanya terkait Lapangan Pekerjaan maupun soal lainya yang bisa dilakukan oleh Desa. Yang menjadi pagar hijau selama ini adalah Desa-desa sekitar Banyu urip. Hal tersebut diakuinya memang telah di berikan kepada Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Gayam. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan.
“Soal kerjaan kepada Warga lokal yang diberikan pada Paguyuban, banyak warga saya yang sudah kirim CV namun belum dipangil itu banyak, yaa akhirnya saya Carikan diluar Desa, saya tidak enak dengan warga saya” jelasnya.
Lanjutnya, Kades Rahmad Ahksan juga berharap kedepan nya ada Mitigasi Bencana dari perusahaan ExxonMobil Cepu limited. Hal tersebut agar bisa membantu atau memfasilatasi kepada Desa yang selama ini mengelilingi tempat Exsplorasi Migas. yang tiap hari selalu was was bila terjadi kebakaran dan ledakan seperti yang terjadi di Jawa barat.
“Alangkah baiknya, bila perusahaan melakukan Mitigasi Bencana kepada Warga sekitar Explorasi, dan ada fasilitas Mobil siaga untuk kesehatan satu Desa satu Mobil, sebab selama ini bila warga berobat masih sewa mobil” Harapnya.
Hal tersebut juga disikapi oleh Ketua Karang taruna Kecamatan Gayam M. Syaiful Huda, apa yang terjadi dilapangan membuat ketua Karang Taruna kuatir bila terjadi bencana baru, yang lebih besar. Pengangguran , Premanisme. Menurutnya lelaki yang akrab dipangil Huda tersebut, dirinya sering mendapat keluh kesah terkait pembagian pekerjaan di dalam Exsplorasi Migas tersebut, Pemuda lokal masih minim dan kurang. Dirinya atas nama pribadi maupun secara kelembagaan berharap. Bagaimana Pemuda sekitar kususnya bisa berperan meskipun tenaga Non skil.
Diakui pengangguran di Gayam masih tinggi dan tenaga kerja lokal belum terserap dengan baik. Huda berharap dengan Pihak Dinas Tenaga kerja, ExxonMobil Cepu limited ada Sinergitas dengan Karang taruna Desa masing-masing, di Sekitar Banyu urip tersebut.
“Saya berharap, Disnaker Bojonegoro dan ExxonMobil Cepu Limited membuka diri bagi pemuda karang taruna di kecamatan Gayam. Bagaimana warga lokal bisa berdaya dan ikut menikmati pekerjaan di dalam Explorasi migas tersebut”pintanya.
Lebih lanjut, Dalam mitigasi Bencana yang terjadi di Desa. Pemuda harap dilibatkan. Karena pemuda didesa dalam hal apa pun selalu terlibat. Huda sangat mendukung bila ExxonMobil Cepu limited melakukan pencegahan Bahaya bencana sejak dini dan Karang taruna dilibatkan didalam nya bersama Empat pilar Kecamatan, agar warga serta pemuda tahu serta paham apa itu minyak dan Gas tersebut, Bagaimana Explorasi nya, bagaimana menangulangi kebakaran sampai dimana titik kumpulnya, serta Mencari Puskesmas terdekat pemuda harus terlibat.
“Secara pribadi serta atas nama Karang taruna berharap, bagaimana warga dilibatkan dan pemuda bisa ikut menikmati bekerja, kususnya warga dan pemuda di sekitar Explorasi ExxonMobil di sekitar Banyu urip, serta mencegah bencana sejak dini” Pungkasnya.(MBT)


