Ponorogo rednews.co.id -Gerakan masif menanam jagung di 281 desa dan 26 kelurahan di Ponorogo juga berkorelasi dengan upaya pengentasan kemiskinan. Pemkab Ponorogo dan Polres Ponorogo yang mencanangkan program bersama 1 Desa-1 Hektare dan 1 Bhabinkamtibmas-1 Hektare Jagung Hibrida Bhayangkara itu.
Tidak hanya berfokus pada swasembada pangan, tetapi juga sebagai strategi nyata mengentaskan kemiskinan,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat pencanangan program bersama Kapolres AKBP Andin Wisnu Sudibyo di Sasana Praja, Senin (29/09/2025).
Kang Giri –sapaan Bupati Sugiri Sancoko– menyebut duet program bareng AKBP Andin sebenarnya adalah bentuk gotong royong pentahelix dan hexahelix. Yakni, kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kebijakan untuk mencapai tujuan bersama. “Ini bukan sekadar menanam jagung, tetapi investasi sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” terang Kang Giri sembari merujuk rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa angka kemiskinan di Ponorogo turun dari 9,11 persen menjadi 8,86 persen.
Penurunan itu, imbuh Kang Giri, mereduksi 76 ribu penduduk di Ponorogo terentas dari kemiskinan. Pihaknya ingin melalui treatment gerakan menanam jagung mampu mengentaskan 20 ribu penduduk dari kemiskinan pada tahun depan. “Ketua gugus hariannya Pak Kapolres, ketua umumnya saya. Semua unsur bergerak bersama, ini mode kolaborasi yang kita bangun demi rakyat Ponorogo,” terang Kang Giri sembari menyebut seluruh elemen mulai pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga amil zakat, perusahaan, hingga masyarakat akan bergerak serentak.
Kang Giri menambahkan, gerakan bersama ini akan lebih efektif dibanding sekadar memberikan bantuan. Dengan pola pendampingan, masyarakat diarahkan untuk mampu mandiri dan mengalami lompatan kesejahteraan. “Kita tidak hanya memberi bantuan, tapi mendampingi masyarakat agar mampu melompat dari miskin menjadi tidak miskin. Inilah yang disebut treatment khusus, semua pihak akan kita libatkan sebagai bentuk gotong royong ala Ponorogo,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menekankan bahwa keberhasilan program tanam jagung berdampak langsung pada stabilitas pangan nasional. Sebab, jagung memiliki posisi strategis sebagai bahan baku pakan ternak yang dapat berimbas menentukan harga telur dan daging ayam. “Kalau harga pakan ternak terjangkau, maka harga telur dan daging ayam juga terjangkau,” urai Andin.
Menurut dia, adanya 614 hektare lahan baru (307 hektare binaan Pemkab Ponorogo dan 307 hektare pendampingan dari Polres Ponorogo), maka Ponorogo akan menjadi sentra penghasil jagung. Bersamaan itu, menjadi pelopor di Jawa Timur dalam program kolaborasi antara pemkab dan polres hingga di setiap desa/kelurahan menyediakan lahan dua hektare untuk tanaman jagung. “Penanaman serentak mulai awal Oktober dan panen pada Desember. Semua hasil panen akan diserap Bulog,” ungkap Andin yang menyebut pihaknya juga menyediakan bibit jagung gratis. (Wied/ ADV/kominfo)

